Covid-19 Mereda, FISIP UB Mulai Kuliah Tatap Muka

30 Maret, 2022 21:57 WIB

Penulis:Fathul Muin

Editor:Ida Gautama

30032022-UB Kuliah Tatap Muka.jpg
Suasana kuliah tatap muka di FISIP Universitas Brawijaya, Rabu (30/3/2022). (EDUWARA/Istimewa)

Eduwara.com, MALANG — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) telah memulai kuliah tatap muka dengan sistem hybrid. Kuliah tatap muka tersebut diselenggarakan pertama kali, Senin (28/3/2022).

Dekan FISIP UB, Sholih Muadi, mengungkapkan kuliah tatap muka ini merupakan kali pertama sejak pandemi Covid-19 melanda tahun 2020 lalu. Kuliah tatap muka ini merupakan langkah awal masuk kampus.

"Saat ini memang masih terbatas, belum 100 persen. Selanjutnya akan dikaji dengan kuota 50 persen atau 75 persen dengan melihat kondisi Covid-19 di Malang," ucap Sholih Muadi, Rabu (30/3/2022).

Sholih menambahkan, jumlah mahasiswa yang mengikuti kuliah tatap muka belum terlalu banyak. Hal ini dimungkinkan karena sebagian mahasiswa masih ragu dan khawatir perkuliahan tatap muka diundur lagi seperti yang terjadi pada awal semester genap tahun ini.

"Ini bisa jadi penyebab yang luring masih sedikit. Tapi bukan berarti selanjutnya tidak bertambah karena bagaimanapun hasil kuliah luring akan lebih bagus daripada daring," papar pengajar di program studi Ilmu Politik ini.

Dengan kuliah luring, Sholih menilai, akan ada proses diskusi dengan dosen, diskusi dengan teman yang tidak pernah didapatkan saat kuliah daring.

Meski yang melaksanakan kuliah luring masih belum banyak, Sholih menegaskan, tidak akan memaksa mahasiswa datang untuk mengikuti kuliah tatap muka sebab situasi pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Saat ini, Wakil Dekan bidang Akademik sedang mengupayakan agar selanjutnya yang menjalani kuliah tatap muka lebih banyak, tapi tentu harus menyesuaikan dengan kondisi Covid-19, terutama yang terjadi di Kota Malang," ucapnya.

Pelaksanaan kuliah tatap muka dengan sistem hybrid ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Rektor Universitas Brawijaya tertanggal 25 Februari 2022. Dalam SE itu disebutkan bahwa Proses Belajar Mengajar (PBM) secara luring bertahap bisa diselenggarakan setelah pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS). 

Dalam SE tersebut juga disebutkan jika angka Covid-19 kembali meningkat di Kota Malang maka kuliah akan kembali dijalankan secara daring.