Dua SMKN di Kota Yogya dan Gunungkidul Terima Hibah Truk dari HINO yang Belum Dipasarkan

03 November, 2022 20:43 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

03112022-SMKN Hibah truk Hino.jpg
SMKN 2 Kota Yogyakarta dan SMKN 2 Wonosari mendapatkan hibah truk dari PT Hino Motors Salses Indonesia (HMSI) untuk pembelajaran praktik, Kamis (3/11/2022). Truk yang dihibahkan merupakan jenis kendaraan yang belum dijual di Indonesia. (EDUWARA/K. Setyono)

Eduwara.com, JOGJA – Dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul mendapatkan hibah truk untuk pembelajaran praktik. Dua sekolah yang menerima tersebut adalah SMKN 2 Kota Yogyakarta dan SMKN 2 Wonosari.

Dalam penyerahan bantuan di SMKN 2 Kota Yogyakarta, Kamis (3/11/2022), Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Tomoki Hattori mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaannya dalam menyambut ulang tahun yang ke-40.

"Dua unit truk Hino Dutro ini nantinya akan digunakan sebagai sebagai alat praktik dalam rangka menunjang kegiatan belajar mengajar di kedua Sekolah Menengah Kejuruan," jelasnya.

Program ini merupakan bentuk dukungan Hino kepada dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan para siswa dan guru, khususnya di bidang otomotif.

"Kedua sekolah yang menerima hibah ini merupakan bagian dari Hino Indonesia Partnership School, di mana kegiatan ini diharapkan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berkontribusi untuk kemajuan Indonesia," lanjut Hattori.

Hino Indonesia Partnership School merupakan program dan komitmen Hino untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK, khususnya enam SMK yang sudah menjalin kerja sama. Dalam program ini, SMK yang bekerja sama akan turut memberikan kurikulum mengenai pengetahuan dan perawatan mesin kendaraan niaga diesel, baik itu truk maupun bus Hino.

Serta untuk masing-masing SMK, sebagai fasilitas belajar dan pelatihan otomotif untuk guru dan siswa, akan diberikan media praktikum berupa truk Hino ataupun engine cuttingmodel untuk praktik belajar dan sinkronisasi dengan kurikulum.

Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Dodot Yuliantoro menyambut baik kerja sama dan dukungan Hino untuk sektor pendidikan tersebut dengan langsung menggunakan bantuan tersebut sebagai alat praktik untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, sehingga sinergitas diharapkan terus berlanjut.

"Tahun ini, kami sudah menerima guru tamu dari HINO yang kemudian dilanjutkan dengan pengiriman dua siswa menjalani praktik kerja lapangan langsung di pabriknya. Semua biaya ditanggung perusahaan," kata Dodot.

Menariknya, lanjut Dodot, truk yang dihibahkan ini adalah jenis kendaraan tipe wide cabin yang belum dipasarkan di Indonesia sehingga cocok untuk quick service training dan meningkatkan kompetensi siswa.

"Selama ini kan belajarnya masih rakitan lokal. Kalau onderdil, engine, itu masih sama, tapi body dan aksesoris beda," paparnya.

Kepala SMK Negeri 2 Wonosari, Ahmad Darmadi mengatakan truk ini nantinya akan dibongkar pasang untuk pelatihan siswa sehingga mampu mengikuti perkembangan teknologi industri yang pesat setiap tahun.

"Kami akui peralatan dan tenaga guru yang ada butuh peningkatan kapasitas, tapi terbentur dengan dana karena investasi butuh modal besar," katanya.

Dengan menggandeng perusahaan industri, selain memberikan bantuan lewat program CSR, juga ada praktik di sekolah dengan menghadirkan teknisi dari perusahaan sebagai upaya mengurangi kesenjangan.