Kampus
03 Juli, 2026 22:18 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JAKARTA - Melalui kolaborasi lintas negara, Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghadirkan aplikasi MyINDAH Diet. Ini adalah sebuah aplikasi berbasis riset yang dirancang untuk mendukung sistem pangan sehat dan berkelanjutan.
Aplikasi MyINDAH Diet resmi diluncurkan dalam forum Public Dialogue bertajuk Accelerating Healthy and Resilient Food Systems: Integrating Policy, Local Initiatives, and Digital Innovation di Hotel Mercure Jakarta Gatot Subroto, Kamis (2/7/2026).
Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi penelitian yang didukung Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia (KONEKSI) dengan melibatkan berbagai institusi di Indonesia dan Australia, termasuk UMY sebagai salah satu mitra utama.
Aplikasi MyINDAH Diet dikembangkan Mode Petani tim yang dipimpin Ketua Prodi Agribisnis UMY, Zuhud Rozaki, bersama dosen Dinda Aslam Nurul Hida.
“Aplikasi ini dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan yang tidak lagi hanya bergantung pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memerlukan inovasi digital yang mampu menghubungkan seluruh rantai pangan, mulai dari petani hingga konsumen,” kata Zuhud, Jumat (3/7/2026).
Dipaparkan Zuhud, fitur yang dikembangkan meliputi informasi cuaca berbasis lokasi, data komoditas dan teknik budidaya, identifikasi hama dan penyakit tanaman, informasi pestisida sesuai komoditas, hingga pencatatan aktivitas budidaya. Seluruh fitur tersebut dirancang untuk membantu petani mengambil keputusan budidaya berdasarkan data yang tersedia.
Pendekatan Partisipatif
Pengembangan aplikasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif agar solusi digital yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani. Karena itu, tim peneliti tidak langsung merancang fitur, tetapi terlebih dahulu melakukan identifikasi persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
"Kami memulai proses pengembangan dengan mendengarkan kebutuhan petani secara langsung. Setiap fitur yang ada dalam aplikasi ini disusun berdasarkan hasil penelitian, observasi, dan validasi lapangan,” jelasnya.
Dengan cara itu, Zuhud dan tim ingin memastikan teknologi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna, bukan sekadar asumsi dari pengembang.
Pendekatan berbasis riset ini diwujudkan melalui serangkaian observasi, diskusi, validasi, hingga uji coba bersama petani dan masyarakat di Sleman, Bogor, Bandung, dan Gresik. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fitur dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi aktivitas budidaya petani.
"Seluruh proses pengembangan dilakukan bersama petani dan masyarakat di lapangan. Karena itu, fitur-fitur yang kami hadirkan diharapkan mampu membantu petani mengambil keputusan budidaya secara lebih tepat sesuai kondisi yang mereka hadapi," tandasnya.
Selain mengembangkan Mode Petani, aplikasi MyINDAH Diet juga dilengkapi Mode Konsumen yang dikembangkan oleh BRIN. Mode tersebut menghadirkan berbagai fitur seperti kalkulator Indeks Massa Tubuh (BMI), informasi harga pangan, rekomendasi resep lokal berdasarkan lokasi beserta kandungan gizinya, hingga materi edukasi mengenai pangan dan gizi.
Kehadiran dua mode tersebut menjadikan MyINDAH Diet sebagai platform yang menghubungkan sistem pangan dari proses produksi hingga konsumsi dalam satu aplikasi digital. Terakhir, aplikasi membantu petani dalam mengambil keputusan budidaya, tetapi juga mampu mendorong literasi pangan masyarakat secara lebih luas.
Bagikan