Kampus
10 Februari, 2026 03:33 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JAKARTA — Di tengah meningkatnya tantangan global terkait perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan, Science Camp GreenTrans-Edu hadir sebagai ruang kolaborasi akademik perguruan tinggi lintas kawasan.
Program ini merupakan bagian Sustainable Connectivity Package – Higher Education (SCOPE-HE) yang didanai oleh Uni Eropa (EU) untuk mempererat kerja sama antara perguruan tinggi di kawasan EU dan ASEAN. Kegiatan ini diselenggarakan di Indonesia pada 31 Januari hingga 8 Februari 2026, dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung di Jakarta dan Kabupaten Pangandaran (Jawa Barat).
GreenTrans-Edu merupakan konsorsium perguruan tinggi lintas Uni Eropa dan Asia Tenggara yang terdiri atas Technische Universität Ilmenau (Jerman), Universitas Pancasila, Université de Technologie de Compiègne (Prancis), Fachhochschule Erfurt (Jerman), Mindanao State University (Filipina), dan President University (Indonesia).
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat riset dan pengembangan pengajaran yang berfokus pada transformasi hijau untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Dalam penyelenggaraan kegiatan di Indonesia, Universitas Pancasila berperan sebagai tuan rumah yang mengakomodasi kebutuhan diskusi riset, koordinasi kegiatan observasi lapangan, serta kerja sama dengan berbagai mitra lokal, sehingga agenda riset internasional sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
Sebagai ketua GreenTrans-Edu Cluster, Jens Wolling dari Technichse Universität Ilmenau, menyampaikan bahwa selama Science Camp di Pangandaran, cluster GreenTrans-Edu berusaha menyatukan perspektif sains dan sosial dengan konteks dari berbagai negara.
“Untuk menjawab tantangan global, kita harus berusaha bekerjasama dan tidak hanya bekerja di bidang masing-masing,” katanya.
Edukatif dan Interaktif
Dalam rangkaian kegiatan di Pangandaran, peserta juga melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama SMK Bakti Karya Pangandaran, sebuah sekolah multikultural yang menampung siswa-siswi dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua. Kegiatan ini meliputi penanaman pohon serta aktivitas edukatif dan interaktif bersama para siswa.
Melalui kegiatan ini, program tidak hanya berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan lintas budaya serta menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya tanggung jawab ekologis.
SMK Bakti Karya Pangandaran telah menjadi mitra kerja Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila selama lebih dari lima tahun, dan menjadi percontohan untuk perguruan tinggi lain di dalam cluster GReenTrans-Edu.
Jens Wolling memberikan apresiasi kepada Universitas Pancasila atas kerja sama ini.
“Ini adalah sebuah contoh bentuk kerja sama yang sangat baik. Tantangan global seperti perubahan iklim hanya bisa diatasi jika para akademisi dari berbagai disiplin bekerjasama aktif dengan masyarakat lokal. Kami berusaha agar GreenTrans-Edu cluster menjadi jembatan terjadinya kolaborasi yang berkelanjutan tidak hanya antara perguruan tinggi, tapi juga bersama komunitas lokal,“ paparnya.
Bagikan