ITS Kembangkan Inclinometer, Alat Pengukur Kemiringan Tanah

11 November, 2021 08:22 WIB

Penulis:Bunga NurSY

Editor:Bunga NurSY

ITS-Luncurkan-Inclinometer-Alat-Pengukur-Kemiringan-Tanah-untuk-Industri_3.jpeg
Tampilan alat Inclinometer yang dikembangkan oleh Tim ITS. (ITS)

Eduwara.com, SURABAYA—Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan piranti Inclinometer Sistem Mandiri yang berfungsi untuk menganalisa dan menghitung kemiringan tanah.

Pengembangan piranti itu dilakukan oleh tim dari Divisi Inkubator dan Inovasi Teknologi yang bernaung di bawah Departemen Teknik Instrumentasi ITS.

Ketua Tim Divisi Inkubator dan Inovasi Teknologi ITS Murry Raditya mengatakan selama ini inclinometer yang digunakan oleh industri di tanah air masih impor.Bila terjadi kerusakan alat, perusahaan harus mengirimkan alat ke negara asal untuk diperbaiki dan memakan waktu lama.

“[Maka dari itu] pemakaian produk lokal juga dapat menghemat biaya pengeluaran industri,” ucap Murry seperti dikutip dari siaran pers ITS, Rabu (10/11/ 2021).

Dalam penggunaannya, lanjut Murry, tanah perlu dibor terlebih dahulu hingga kedalaman tertentu lalu casing inclinometer berupa pipa ditancapkan hingga batas titik pengukuran. Selanjutnya, probe sensor akan dimasukkan ke dalam pipa. Probe sensor nantinya akan terus bergerak naik ke permukaan mengikuti arah kemiringan tanah. “Probe sensor akan mengirimkan data ke reciever yang selanjutnya terbaca di software untuk dianalisa kembali,” paparnya.

Murry bersama timnya berhasil membuat alat ini hingga selesai dalam kurun waktu 10 bulan. “Alat ini juga cocok diterapkan dalam sistem perencanaan longsor di Indonesia,” ujar Murry.

Dia menambahkan, pengembangan piranti untuk digunakan oleh PT Teknindo Geosistem Unggul ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam pengadaan barang dan jasa. 

Sebagaiman diketahui, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mensyaratkan industri harus menggunakan produk dalam negeri setidaknya 43,3 persen dari total kesuluruhan piranti dan ditargetkan akan naik menjadi 50 persen pada tahun 2024.

Lebih lanjut, Murry menambahkan bahwa inclinometer ini telah berbasis internet of things (IoT) sehingga dapat memantau hasil data pengukuran pada jarak jauh. Hasil pengukuran akan terbaca secara real time melalui server khusus yang telah disediakan dengan akurasi di atas 95 persen. “Server khusus ini akan menjaga keamanan data agar tidak mudah dicuri,” jelasnya.

Terakhir, Murry berharap bahwa inovasi ini dapat diaplikasikan pada bidang ilmu lain yang berkolerasi dengan pergeseran tanah. Ia juga berharap agar ke depannya alat ini bisa dikembangkan lebih luas di Indonesia. “Semoga alat ini mampu memberikan manfaat untuk bangsa Indonesia,” tuntasnya