Jam Belajar Masyarakat Diaktifkan, 4 Kelurahan di Kota Yogya Jadi Percontohan

13 September, 2026 22:31 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

13092026-Jam Belajar Masyarakat.jpg
Mahasiswa KKN yang sedang bertugas di Kalurahan Purbayan, Kotagede, dilibatkan untuk mendampingi anak-anak di kampung setempat belajar di masjid ketika tiba waktu mengaji dan belajar. Hal ini sejalan dengan Pemkot Yogyakarta yang berinisiatif mengaktifkan kembali Jam Belajar Masyarakat (JBM) guna mendukung mutu pendidikan, menanamkan budaya belajar kepada anak-anak dengan melibatkan masyarakat. (EDUWARA/Dok. Humas Pemkot Yogyakarta)

Eduwara.com, JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berinisiatif mengaktifkan kembali Jam Belajar Masyarakat (JBM) guna mendukung mutu pendidikan, menanamkan budaya belajar kepada anak-anak dengan melibatkan masyarakat. 

Saat ini, melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Pemkot Yogyakarta menjadikan empat kelurahan sebagai pilot proyek percontohan. Inisiatif menghadirkan JBM ini sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 53 Tahun 2014. 

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat dan PAUD Dindikpora Kota Yogyakarta, Siti Hidayati, saat pengukuhan pengurus kelompok kerja (Pokja) RW 6 Bumen, Kelurahan Purbayan, Kotagede.

“Program JBM dari pukul 18.00-21.00 WIB sudah ada sejak lama. Ini membuat Kota Yogyakarta menjadi Kota Pelajar dan bermutu pendidikan dengan adanya kesadaran masyarakat untuk menanamkan budaya belajar kepada anak-anak,” kata Hidayati saat dikutip, Minggu (13/9).

Kehadiran Pokja JBM di Kelurahan Purbayan, menurut Hidayati, sejalan dengan Pemkot Yogyakarta yang sedang menghidupkan kembali JBM di empat kelurahan yakni Tahunan, Sorosutan, Tegaltrejo, dan Bumijo.

“Di empat wilayah itu kami mencoba untuk pilot project JBM. Kami merekrut guru-guru kelas SD dan kami tempatkan di empat wilayah itu masing-masing dua. JBM diadakan setiap Senin sampai Kamis dari pukul 19.30 sampai dengan jam 20.30 WIB mulai September ini. Jadi, kita membangun budaya belajar untuk anak-anak," terangnya.

Dengan diselenggarakan JBM di kantor kelurahan, balai RW dan balai RT, ini akan mampu mengondisikan belajar anak-anak di tengah keinginan bermain, terutama bermain handphone

Antusias Masyarakat

Menurut Hidayati, walaupun JBM hanya satu jam, tapi antusias masyarakat di empat wilayah itu luar biasa. Dicontohkan di Tahunan, JBM diikuti 94 anak. Hidayati menegaskan pada tahap awal kegiatan menghidupkan kembali JBM menyasar anak-anak SD di empat kelurahan itu. Kemudian bertahap empat kelurahan lain pada 2027.

"Kami berharap wilayah-wilayah lain bisa seperti yang diinisiasi RW 6 Kampung Purbayan ini. Yang namanya belajar anak adalah tanggung jawab peran orang tua dan masyarakat. Dan ini merupakan kolaborasi yang sangat baik," paparnya.

Ketua Pengurus Pokja JBM RW 6 Bumen, Hendri, menceritakan upaya menghidupkan kembali JBM sejalan dengan yang dilakukan beberapa tokoh masyarakat yang selama ini mendampingi kegiatan anak-anak. Saat pandemi Covid-19, anak-anak salat jamaah di masjid lalu belajar bersama karena sekolah saat itu daring. 

"Dulu di Kotagede ada Gemar Mengaji, Gerakan Maghrib Mengaji. Maka kami gabungkan durasi waktunya. Jam 18.00 sampai jam 19.00 itu mengaji, jam 19.00 sampai jam 21.00 itu belajar. Tetapi kami belajarnya tidak rutin, kami hanya mendampingi saja. Istilah bahasa Jawa-nya, ‘greteh’ (peduli, memberikan perhatian) dengan anak-anak. Saat ada program KKN, kami minta seminggu dua kali mereka mendampingi anak-anak belajar di masjid," jelas Hendri.

Ketua RW 6 Bumen sekaligus pengurus Pokja JBM, Gatot Ngudiatmoko, mengingatkan dan mengajak anak-anak saat JBM, belajar di rumah. Sedangkan orang tua mendampingi serta membimbing. Menurutnya, selama ini sebagian orang tua ada yang hanya menyuruh anak belajar tapi dibiarkan sendiri dan orang tua sibuk dengan handphone-nya.

"Nanti ada beberapa tempat yang ditunjuk untuk belajar bisa di RTHP, di Balai RW, di taman bacaan dan tempat-tempat tertentu. Harapan kami, dengan menghidupkan JBM ini anak-anak terutama remaja tidak main ke jalan, ikut gank dan mencegah kejahatan jalanan," paparnya.