Mendikbudristek Bawa Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan Ke Perhelatan G20, Apa Saja?

09 Februari, 2022 19:46 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Riyanta

0902menteri.jpg
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam Kick Off G20 on Education and Culture. (Eduwara.com/Dok. Istimewa Kemendikbudristek)

Eduwara.com, JAKARTA—Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Rabu (9/2/2022), mengumumkan agenda prioritas bidang pendidikan dan kebudayaan yang akan didorong pemerintah Indonesia pada perhelatan G20 Indonesia.

Mendikbudristek pada acara bertajuk Kick Off G20 on Education and Culture yang tayang melalui kanal YouTube KEMENDIKBUD RI itu mengatakan presidensi G20 Indonesia yang diterima Presiden Joko Widodo pada Desember 2021 sangat tepat.

“Presidensi G20 Indonesia yang diterima Presiden Joko Widodo sangat tepat, karena di Indonesia dan semua negara di dunia saat ini sedang berupaya bangkit dari pandemi Covid-19.” kata dia seperti siaran pers yang dilansir dari laman Kemendikbudristek, Rabu (9/2/2022).

Nadiem melanjutkan, momentum kepemimpinan tersebut dinilai tepat karena pada saat seperti inilah Indonesia dapat menunjukkan karakter bangsa yang luar biasa.

“Salah satu nilai dasar dari bangsa kita yakni gotong royong, semakin penting untuk membantu kita dan dunia untuk pulih dan bangkit,” jelas Nadiem.

Terkait agenda prioritas bidang pendidikan, Nadiem menyampaikan sejumlah terobosan Merdeka Belajar akan diperkenalkan kepada dunia sebagai praktik baik dan contoh untuk direplikasi oleh negara-negara lain di dunia.

Inspirasi Bagi Negara Lain

Lebih lanjut, Nadiem berharap Indonesia dapat menginspirasi negara-negara maju dan berkembang sekaligus mendapatkan kemitraan yang bermanfaat.

“Ada empat agenda prioritas bidang pendidikan yang akan kami perjuangkan ketika pertemuan puncak dengan menteri-menteri pendidikan. Pertama, pendidikan universal yang berkualitas. Kedua, teknologi digital untuk pendidikan. Ketiga, solidaritas dan kemitraan. Keempat, masa depan dunia kerja pasca Covid-19,” terang Nadiem.

Pada bidang kebudayaan, Nadiem mengatakan Indonesia mengajak dunia untuk mendorong praktik-praktik hidup berkelanjutan berbasis budaya dan tercetusnya konsensus global untuk mencapai hal tersebut.

Nantinya akan ada konferensi seni dan budaya untuk pemulihan dan pertemuan puncak dengan menteri-menteri kebudayaan di kawasan Candi Borobudur. Kemudian Nadiem mengajak warga dan pemimpin dunia untuk menghasilkan aksi yang nyata dan bermakna.

“Mari wujudkan tema G20 ‘Recover Together, Recover Stronger’ jadi aksi nyata dan bermakna. Dengan semangat untuk pulih dan bangkit bersama. Saya ingin mengajak semuanya untuk menguatkan gotong royong agar bisa menyukseskan presidensi G20 Indonesia, serta mewujudkan Merdeka Belajar, Merdeka Berbudaya.” pungkas Nadiem. (K. Setia Widodo/*)