Kampus
24 Juli, 2026 22:20 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo memastikan upaya pelestarian lingkungan di daerah aliran sungai menjadi prioritas. Pembangunan dan pelestarian kawasan sungai ini menjadi tema besar dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kota Yogyakarta.
Sebagai upaya membangun empati terhadap lingkungan, sebanyak 600 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) diajak Hasto bersih-bersih Sungai Code, tepatnya di kawasan Taman Perwira, Gondomanan, Jumat (24/7/2026) pagi.
"Hampir 70 persen tema KKN tahun ini tentang sungai,” terang Hasto.
Kegiatan ini menjadi pembekalan awal sebelum para mahasiswa diterjunkan ke lokasi KKN di Kota Yogyakarta dalam program One Village One Sister University. Aksi bersih-bersih sungai ini, disebut Hasto, merupakan coaching sebelum para mahasiswa berangkat KKN.
“Mereka diajak bersih-bersih sungai terlebih dahulu, baru kemudian menjalankan pengabdian di masyarakat,” ucapnya.
Menurut Hasto, pengalaman langsung di lapangan penting untuk membangun empati terhadap lingkungan. Ia menilai sungai merupakan sumber air sekaligus sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.
Hasto menggambarkan banyak sungai yang kurang diperhatikan, padahal sungai adalah sumber kehidupan. Di banyak kota, kualitas air masih tercemar bakteri E. coli yang berdampak pada kesehatan masyarakat, termasuk memicu diare dan memengaruhi kualitas sumber daya manusia.
Penataan
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, bersama komunitas pegiat sungai, terus melakukan penataan kawasan wisata Sungai Code serta sungai lainnya. Salah satunya adalah pembangunan bendungan sementara atau temporary barrier yang dipasang saat debit air normal sehingga dapat membentuk kolam kecil sebagai ruang aktivitas masyarakat.
Hasto optimistis gerakan pelestarian sungai akan terus berlanjut melalui program KKN perguruan tinggi. Ia mengatakan Pemkot Yogyakarta telah menjalin nota kesepahaman dengan 49 perguruan tinggi, di mana sebagian besar mahasiswa memilih tema pengabdian terkait sungai.
"Hampir 70 persen tema KKN sekarang tentang sungai. Saya optimistis kegiatan seperti ini akan rutin karena KKN di wilayah kota juga lebih efisien, baik bagi mahasiswa maupun dosen pembimbing," ujarnya.
Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Pardimin, mengatakan kegiatan bersih-bersih Sungai Code menjadi pembuka rangkaian Bakti Kampus sebelum para mahasiswa diterjunkan ke berbagai lokasi KKN.
“Beberapa kelompok juga akan melaksanakan pengabdian di wilayah Kota Yogyakarta, sehingga mahasiswa diajak terlebih dahulu menyelesaikan persoalan lingkungan yang berada di sekitar mereka,” pungkasnya.
Bagikan