Sekolah Kita
06 Oktober, 2026 21:28 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Dalam mendorong pembenahan pembelajaran kelas berbasis mata pelajaran dan guna mendongkrak capaian numerasi dan asesmen siswa, pakar pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabar Nurohman, meminta pengajar menugaskan siswa menghasilkan karya.
Salah satu yang disoroti adalah pembelajaran IPA dalam pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dikombinasikan dengan Kurikulum Berbasis Cinta untuk menghasilkan pembelajaran mendalam (deep learning).
Hal ini disampaikan Sabar Nurohman, yang juga menjabat sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) UNY. Ia melihat pentingnya mengintegrasikan pendekatan STEM dengan kerangka deep learning.
Menurut Sabar, pembelajaran IPA tidak boleh berhenti pada hafalan atau penyelesaian soal teoritis semata. Dalam konteks STEM, mengajar IPA tidak cukup hanya sampai tingkat paham atau bisa mengerjakan rumus di atas kertas.
“Kita harus mendorong siswa sampai pada tahap mengaplikasikan ilmu untuk membuat karya atau produk nyata, seperti generator atau motor listrik sederhana. Dari sana, pemahaman konsep IPA menjadi lebih terasa bermakna (meaningful) dan aplikatif untuk masa depan mereka," jelas Sabar dikutip Senin (5/10/2026).
Tak hanya itu, Sabar menyebut FMIPA UNY sepenuhnya membuka peluang kerja sama lanjutan bagi para guru dan madrasah di Jawa Tengah, mulai dari pemanfaatan laboratorium kampus untuk kegiatan praktikum hingga diklat pengelolaan laboratorium IPA.
“Dengan program ini, diharapkan kualitas pendidikan sains di tingkat madrasah terus meningkat secara signifikan,” ungkap Sabar yang menjadi narasumber seminar yang diikuti 680 guru IPA se-Jawa Tengah.
Langkah Strategis
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA MTs Jawa Tengah, Muhammad Aris, menyampaikan seminar ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pedagogik dan profesionalisme guru, sekaligus persiapan menghadapi Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK).
"Tujuan kegiatan ini adalah persiapan Bapak dan Ibu guru IPA untuk menghadapi asesmen GTK. Namun yang paling pokok, ilmu STEM yang didapatkan bisa terimplementasi langsung dalam pembelajaran di kelas. Outcome-nya, murid-murid Madrasah Tsanawiyah di Jawa Tengah bisa bertambah maju," ujar Aris.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator KKG/MGMP Jawa Tengah, Agus Mahasin, menegaskan pentingnya pembenahan pembelajaran kelas berbasis mata pelajaran guna mendongkrak capaian numerasi dan asesmen siswa.
"Tantangan pengukuran numerasi dan PISA kita masih menjadi pekerjaan rumah. Solusi paling efektif yang bisa kita lakukan adalah melalui pendekatan pedagogis dan profesionalitas guru di forum MGMP. Saya berharap kegiatan kolaborasi seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berkelanjutan," pungkasnya.
Bagikan