Pembentuk Jiwa dan Karakter Generasi Penerus, Ini Kekuatan Seni Tari

30 April, 2022 01:20 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Ida Gautama

30042022-Unnes Sendratasik.jpg
Memperingati Hari Tari Dunia, Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik FBS Unnes menggelar pentas virtual UNNES Menari Tahun 2022, Jumat (29/4/2022). Sebanyak 57 sajian tari dari beberapa negara, yaitu Malaysia, Myanmar, India, Jepang ditampilkan bersama dengan sajian tarian dari berbagai sanggar, sekolah, kelompok kesenian tari tradisional maupun modern yang dimiliki oleh para mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum. (EDUWARA/Humas Unnes)

Eduwara.com, SEMARANG – Tari memiliki bahasa yang universal dan bisa menjadi sarana diplomasi yang melepas sekat antarbudaya. Karena itu, kekuatan seni tari mesti dimanfaatkan untuk jiwa dan karakter generasi penerus. 

Selain itu, dalam konteks keragaman tari di wilayah nusantara, beragam tari telah menggambarkan keluhuran yang bisa menjadi bekal bagi masa mendatang.

Hal itu dikemukakan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes), Sri Rejeki Urip, pada perayaan Hari Tari Dunia, yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik FBS Unnes, Jumat (29/4/2022). 

Dalam laman resmi Unnes, Jumat (29/4/2022), dijelaskan peringatan Hari Tari Dunia yang diselenggarakan setiap 29 April, pada dasarnya merupakan salah satu upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya dalam bidang tari yang berlangsung secara internasional. 

Dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia, Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik FBS Unnes menggelar pentas virtual UNNES Menari Tahun 2022 yang mengusung tema “Nunggal Tekad Hambeksa”. 

Tema tersebut bermakna menyatukan tekad untuk menari. Dengan menari kita bisa menghilangkan kesedihan, kegelisahan, karena tarian sebagai salah satu budaya seni telah mampu menjadi bahasa yang universal dalam melintasi berbagai rintangan politik, budaya, dan etnisitas yang ada.

Tiga Kegiatan

Ketua Panitia UNNES Menari 2022, Sestri Indah Pebrianti, mengatakan peringatan Hari Tari Dunia di Unnes tahun ini diselenggarakan secara daring melalui siaran di kanal Youtube B7TVHD Sendratasik, Jumat (29/4/2022). Tak hanya itu, penyelenggaraan pada tahun ini juga memiliki bentuk yang berbeda.

Sestri menjelaskan ada tiga bentuk kegiatan dalam merayakan Hari Tari Dunia tahun ini yakni workshop seni tari, pentas virtual, dan Tik Tok Challenge UNNES Menari. 

Kegiatan pertama yakni Workshop Hybrid “Konservasi Tari Pesisiran” telah terselenggara pada 12 April 2022 dengan menghadirkan narasumber Dr Agus Cahyono MHum, salah satu dosen di Jurusan Pendidikan Sendratasik FBS Unnes.

Kegiatan kedua yakni Pentas Virtual dilaksanakan pada Jumat (29/4/2022) sekaligus sebagai salah satu acara untuk turut serta memeriahkan perayaan Dies Natalis ke-57 Unnes. 

Pentas virtual ini menampilkan 57 sajian tari dari beberapa negara, yaitu Malaysia, Myanmar, India, Jepang dan sajian tarian dari berbagai sanggar, sekolah, kelompok kesenian tari tradisional maupun modern yang dimiliki oleh para mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum. Ada beragam jenis tarian yang ditampilkan secara maraton mulai dari tari tradisional klasik, kerakyatan, kreasi, modern dan mancanegara.

 Adapun kegiatan yang ketiga yakni Tik Tok Challenge UNNES Menari merupakan kegiatan yang memberikan kesempatan kepada masyakat untuk turut berkreasi, dan berekspresi pada perayaan Hari Tari Dunia UNNES Menari di tahun ini.

Pada bagian lain, Rektor Unnes Fathur Rokhman mengatakan seni tari memiliki bahasa yang universal dan mampu menembus sekat-sekat budaya, etnis, hingga politik. Selain itu, tari mengajarkan nilai-nilai universal seperti gotong royong, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

“Berbagai nilai dalam seni tari didorong mampu terinternalisasi dalam generasi penerus sebagai upaya mengajarkan karakter dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” pungkasnya.