Proyek Sekolah Nasional Terintegrasi Bakal Dimulai di Setiap Kabupaten

06 Juli, 2026 04:15 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

06072026-Proyek Sekolah.jpg
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, (EDUWARA/K. Setyono)

Eduwara.com, JOGJA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan saat ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapat tugas tambahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi. Ini merupakan model lanjutan dari Sekolah Garuda Transformasi dan bakal didirikan di setiap kabupaten.

“Pendidikan adalah sarana yang paling mungkin menghadirkan faktor-faktor pendukung mendidik generasi muda agar memiliki masa depan cerah serta kompetensi tingkat nasional maupun internasional,” kata Abdul Mu’ti, saat menghadiri peresmian Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Bantul, Minggu (5/7/2026).

Sebagai komitmen meraih pendidikan yang bertaraf internasional, Mu’ti menegaskan Presiden Prabowo terus menghadirkan terobosan dengan mendirikan berbagai sekolah unggulan. Setelah program Sekolah Unggul Garuda, yang berfokus merancang dan membangun sekolah berkelas dunia, tahun ini, Kemdikdasmen mendapat tugas untuk menghadirkan sekolah Garuda Transformasi, yang merupakan kelanjutan dari Sekolah Garuda. 

Program ini, lanjut Mu’ti, sepenuhnya menjadikan sekolah unggulan yang sudah ada se-Indonesia menjadi sekolah bertaraf internasional. Ditargetkan, sampai akhir tahun status sekolah-sekolah tersebut menjadi Sekolah Nasional Terintegrasi.

Berbeda dengan Sekolah Garuda dan Sekolah Garuda Transformasi, yang keduanya berasrama,  Sekolah Nasional Terintegrasi ini merupakan sekolah unggulan yang tidak berasrama.

“Sekolah Nasional Terintegrasi ini awalnya diminta untuk dibangun dan dikembangkan di setiap kecamatan. Namun dalam arahan terakhirnya, Presiden ingin sekolah tersebut dibangun di setiap kabupaten dengan menjadikan Sekolah Menegah Pertama (SMP) unggulan memiliki kurikulum akademik yang tinggi bahkan rata-rata dan semuanya tidak berasrama,” tuturnya.

Program Sekolah Nasional Terintegrasi, menurut Mu’ti, bakal dijalankan pada tahun ajaran baru tahun ini dengan menyasar beberapa sekolah nasional yang sudah terintegrasi. Konsep sekolah ini diyakini akan mampu menjawab tantangan pada era dunia yang semakin ketat, terbuka dari berbagai segi persaingan. Kualitas keunggulan merupakan kunci yang bisa dijawab melalui pendidikan.

Mengenai kurikulum, saat ini Kemendikdasmen tengah menyusunnya dan melakukan perhitungan terkait dengan formasi jumlah guru yang nantinya harus dipenuhi.

“Kami sedang menghitung lagi karena untuk menetapkan proses untuk mana dulu yang kita mulai. Kami sudah akan memulai. Nanti beberapa akan mulai diselenggarakan di balai-balai yang kami punya karena gedungnya kan belum ada,” ujarnya.

MSUS

Terkait dengan kehadiran MSUS, Mu’ti menegaskan ini merupakan jawaban Muhammadiyah atas kebutuhan tersebut. Hal ini merupakan tajdidul harakah atau pembaharuan gerakan pendidikan, tentang bagaimana Muhammadiyah mentransformasikan spirit pembaharuan itu dengan kualitas yang unggul tetapi sekaligus juga dengan spirit pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk semua kelas sosial.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap kehadiran MSUS mampu menghadirkan konsep pendidikan yang holistik alias menyeluruh. Kehadiran gedung MSUS di Bantul, dinilai menjawab tingginya peminat calon orang tua murid.

“Ini merupakan inisiatif dari pimpinan wilayah maupun civitas akademika SD Muhammadiyah Sapen yang ingin menghadirkan SD unggulan dan ditransformasikan menjadi MSUS,” lanjutnya.

Haedar juga memastikan kehadiran MSUS akan menjadi tonggak yang menandai dunia pendidikan memerlukan pendekatan yang holistic, baik dari aspek ekosistem, sarana prasarana sampai pada proses pembelajaran secara keseluruhan.

Pendirian gedung MSUS yang terdiri dari enam lantai ini, menurut Haedar, untuk menjawab tingginya minat orang tua menyekolahkan anak di SD Muhammadiyah Sapen Timur, yang saat ini kondisinya sudah inden bertahun-tahun ke depan.

Mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 38 miliar, gedung MSUS terdiri dari enam lantai dengan luasan bangunan 4.947 meter persegi dan lahan seluas 8.800 meter persegi.