logo

Kampus

Berupaya Kendalikan PTM, Unriyo Kembali Gelar Posbindu Idaman

Berupaya Kendalikan PTM, Unriyo Kembali Gelar Posbindu Idaman
Universitas Respasti Yogyakarta (Unriyo) menggelar kegiatan ‘Posbindu Idaman Unriyo, di Kampus 2 Unriyo Jl Raya Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (14/7/2022). (EDUWARA/Dok. Tim HPU Unriyo)
Redaksi, Kampus16 Juli, 2022 04:49 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Universitas Respasti Yogyakarta (Unriyo) kembali menggelar kegiatan ‘Posbindu Idaman Unriyo', di Kampus 2 Unriyo Jl Raya Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (14/7/2022).

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, Posbindu kali ini tidak hanya memberikan layanan skrining kebugaran, skrining penyakit tidak menular (PTM) serta pembagian jus buah, namun juga menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan yakni donor darah bekerja sama dengan PMI Sleman. 

“Upaya terbaik dalam menangani PTM adalah dengan cara promotif dan preventif. Posbindu merupakan salah satu Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang berorientasi kepada upaya promotif dan preventif dalam pengendalian PTM,” kata staf pengajar Unriyo, Theresia Puspitawati, dalam rilis yang dikirimkan ke Redaksi Eduwara.com, Kamis (14/2022). 

Mengutip Data WHO Tahun 2018, Theresia menjelaskan bahwa 80 persen kematian di dunia yang diakibatkan oleh PTM terjadi di negara berkembang dan miskin.

“PTM merupakan penyakit katastropik dan menduduki peringkat tertinggi dalam mengakibatkan kematian di Indonesia,” kata Theresia. 

Tidak hanya itu, lanjut Theresia, PTM yang sering diidentikkan dengan penyakit kalangan usia lanjut, kini sudah tidak sepenuhnya benar. Saat ini, telah terjadi pergeseran ke usia muda atau usia produktif. 

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi PTM mengalami kenaikan dibandingkan dengan Riskesdas 2013, khususnya penyakit  kanker, stroke, ginjal kronis, diabetes mellitus, dan hipertensi,” papar Theresia.

Karena itulah, pada tahun 2021, Unriyo melalui program Health Promoting University (HPU) mengisisiasi ‘Posbindu Idaman Unriyo’. Kegiatan yang diikuti sivitas akademika baik dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa meliputi skrining kesehatan dengan melakukan pengukuran kebugaran, skrining PTM, pengukuran faktor risiko PTM serta pengecekan kesehatan mental. 

“Ke depan, diharapkan Posbindu Idaman Unriyo akan terjadwal secara teratur sehingga  kesehatan sivitas akademika akan lebih terjaga. Juga akan dilakukan kegiatan terkait seperti peninjauan instrumen untuk skrining yang diharapkan lebih sederhana namun informatif dan komprehensif,” kata Theresia. (*)

Read Next