logo

Kampus

Di Masa Pandemi, Peran Apotek Komunitas dan Toko Obat Swasta Dinilai Penting

Di Masa Pandemi, Peran Apotek Komunitas dan Toko Obat Swasta Dinilai Penting
Apotek komunitas dan toko obat swasta menjadi tujuan pertama masyarakat mendapatkan pengobatan selama pandemi, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. (https://centertropmed-ugm.org)
Setyono, Kampus23 Maret, 2022 19:26 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Penelitian kolaborasi oleh perguruan tinggi dalam dan luar negeri menemukan fakta penting tentang peran apotek komunitas dan toko obat swasta dalam penanganan pandemi Covid-19. Menjadi catatan, kehadiran apotek komunitas perlu mengakses pedoman dan sarana pelindung diri yang lebih memadai.

Dua hal tersebut didapatkan dari penelitian yang dilakukan Protecting Indonesia From The Threat of Antibiotic Resistance (PINTAR) terhadap peran apotek komunitas dalam situasi pandemi di masa depan.

Penelitian PINTAR dilakukan secara kolaboratif antara Kirby Institute dari University of New South Wales (UNSW) Australia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, London School of Hygiene & Tropical Medicine, University College London di Inggris, dan George Institute for Global Health di UNSW Sydney.

Dilansir dari rilis yang disampaikan UGM pada Rabu (23/3/2022), keberadaan apotek komunitas dan toko obat swasta sangat membantu mengurangi beban fasilitas sistem kesehatan di saat pandemi melalui pemberian saran serta obat yang akurat dan tepat kepada pasien.

Peneliti dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Yusuf Ari Mashuri menyampaikan bahwa penelitian tersebut diambil dari 4.716 apoteker dan tenaga teknis kefarmasian (TTK) di 34 provinsi di Indonesia.

"Analisis dilakukan melalui survei secara daring dengan sepertiga responden tinggal di Pulau Jawa, yang dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2020, dan hasilnya telah dipublikasikan di Jurnal The Lancet Regional Health - Western Pacific," jelasnya.

Di lapangan, peran apoteker dan TTK aktif dalam upaya penanggulangan wabah, misalnya dengan memberikan saran pada pelanggan, membagikan leaflet, dan ikut serta dalam kegiatan surveilans.

"Karenanya saran dari para pakar kesehatan menyebut peran mereka sangat penting untuk bisa membantu menanggulangi adanya kesalahan informasi, seperti di saat merebak informasi terkait Covid-19 yang tersebar di media sosial," paparnya.

Tujuan Pertama

Guru Besar FKKMK UGM yang juga terlibat dalam penelitian ini, Tri Wibawa, menyatakan apotek komunitas dan toko obat sebagai tujuan pertama masyarakat mendapatkan pengobatan, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.

"Banyak survei yang meneliti mengenai perilaku dan pengalaman para tenaga kerja kesehatan di sektor publik selama pandemi Covid-19, tetapi masih sedikit yang berfokus pada apoteker dan TTK yang bekerja di apotek komunitas dan toko obat," terangnya.

Penelitian ini berkeinginan untuk menunjukkan betapa penting keberadaan apotek komunitas dan toko obat di garda depan pelayanan kesehatan dan tantangan yang dihadapi selama pandemi.

Tri Wibawa menyebut saat ini terdapat sekitar 135.000 apotek komunitas dan toko obat berizin di Indonesia. Meski regulasi di Indonesia melarang penjualan antibiotik secara bebas, tetapi pemberian antibiotik tanpa resep merupakan hal yang umum terjadi.

"Penelitian ini pun menunjukkan adanya peningkatan penggunaan antibiotik yang tidak tepat oleh masyarakat selama pandemi Covid-19," ungkapnya.

Peneliti dari Kirby Institute di University of New South Wales (UNSW) Sydney dan London School of Hygiene and Tropical Medicine, Virginia Wiseman menambahkan pandemi Covid-19 maupun peningkatan resistensi antimikroba yang berkelanjutan merupakan ancaman besar bagi kesehatan masyarakat.

"Dari hasil penelitian ini, kami menilai perlu respons yang melibatkan seluruh sistem kesehatan. Di Indonesia, apotek komunitas dan toko obat merupakan bagian penting dari sistem kesehatan sehingga harus dimobilisasi secara cepat. Berbagai peran yang diemban selama pandemi harus diintegrasikan dengan baik ke dalam penanganan pandemi secara nasional," tuturnya.

Read Next