logo

EduBocil

Dua Siswa Positif Covid-19, SD Marsudirini Solo Laksanakan Tes Swab

Dua Siswa Positif Covid-19, SD Marsudirini Solo Laksanakan Tes Swab
Didampingi orang tua, siswa SD Marsudirini melakukan tes swab PCR, Senin (7/2/2022). (EDUWARA/SD Marsudirini Solo)
M. Diky Praditia, EduBocil07 Februari, 2022 18:51 WIB

Eduwara.com, SOLO -- SD Marsudirini Solo melaksanakan tes swab PCR kepada siswa dan guru, Senin (7/2/2022). Hal itu dilaksanakan karena ada dua siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Wakil Kepala (Waka) bidang Kesiswaan Astid Renggani mengatakan dua anak yang positif Covid-19 merupakan anak kelas VI C dan kelas IV A. Keduanya terpapar dari keluarga masing-masing.

"Untuk siswa kelas IV itu diketahui positif pada Kamis pekan lalu. Dia tertular dari bapaknya, yang habis pulang dari Jakarta. Setelah anak itu tes PCR, hasilnya positif Covid-19. Kemudian Kamis sore, orang tua yang bersangkutan menginfokan kepada sekolah," kata Astid saat ditemui di SD Marsudirin Solo, Senin (7/2/2022). 

Begitu juga dengan siswa kelas VI yang positif Covid-19. Dia kemungkinan terpapar dari keluarganya sendiri. Awalnya anak itu mengeluh tenggorokannya terasa kering, lalu diikuti demam.

Kemudian anak tersebut diperiksa dan dites antigen. Tetapi, hasilnya belum jelas, masih 'abu-abu'. Orang tuanya lalu memutuskan untuk tes ulang dengan swab PCR. 

"Setelah hasilnya keluar, ternyata siswa kelas VI itu positif Covid-19,” kata Astid.

Pada Senin pagi, bekerja sama dengan Puskesmas Gajahan, sekolah melakukan tracing kepada teman sekelas dan guru yang mengajar di kelas VI C dan IV A dengan tes swab PCR.

"Karena kelas IV menggunakan model shift, jadi yang dites hanya setengah dari total kelas yakni, 13 anak yang satu kelas dengan siswa yang positif," ucap Astid.

Sedangkan untuk kelas VI, siswa yang dites berjumlah 25 anak. Hal itu karena kelas tersebut tidak menggunakan model shift melainkan PTM 100 persen dari total ruangan. Tetapi tempat duduk anak diatur, satu anak satu meja. Hal ini sudah sesuai protokol kesehatan.

"Totalnya ada 44 orang yang dites. Siswanya ada 38 anak, ditambah 4 guru kelas VI, wali kelas IV, dan satu guru olahraga yang mengajar kelas VI," papar dia.

Astid menambahkan, sejak Jumat (4/2/2022), SD Marsudirini Solo sudah kembali melaksanakan PJJ begitu ada siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Menurut saya, memang sebaiknya PTM itu 50 persen dahulu saja. Kita lihat kemarin waktu masih 50 persen, masih aman. Tapi ketika PTM menjadi 100 persen tiba-tiba kasus Covid-19 meningkat," imbuh dia.

Read Next