logo

Kampus

Mahasiswa FKG UGM Teliti Limbah Kulit Buah untuk Obat Luka Sariawan

Mahasiswa FKG UGM Teliti Limbah Kulit Buah untuk Obat Luka Sariawan
Limbah kulit buah (EDUWARA/Dok. UGM)
Setyono, Kampus14 November, 2023 09:03 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Tim  mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) melakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah kulit buah sebagai obat luka sariawan. Diketuai Rachel Tiono, tim ini beranggotakan Salsabila Kuswantoro, Caroline Tannesa, Risa Alvina Tania, dan Aracely Evina Purnomo, yang semuanya mahasiswa angkatan 2021. Tim ini didampingi dosen pembimbing Alma Linggar Jonarta, dosen Departemen Biologi Oral FKG UGM.

Tim FKG UGM ini mengawali penelitiannya dengan mengekstrak beberapa kulit buah dan tumbuhan, seperti kulit jeruk baby Pacitan, kulit pisang tanduk, kulit buah naga merah, kulit buah melon madu dan daun serai untuk kemudian diolah menjadi eco enzyme.

“Ide membuat obat sariawan dari sampah kulit buah muncul saat bertemu komunitas eco enzyme di Sleman. Dari sana kami belajar cara membuat eco enzyme dan pemanfaatannya,” kata Rachel Tiono, Senin (13/11/2023).

Berbekal referensi laporan ilmiah mengenai kulit buah memiliki kandungan untuk membantu proses metabolik dan enzimatik penyembuhan jejas, merangsang regenerasi sel dalam penyembuhan luka, dan membuat aroma segar.

Selanjutnya, para mahasiswa melakukan penelitian skala laboratorium dengan menggunakan larutan eco enzyme yang mereka namakan ‘patch eco enzyme (P-Eco)’ untuk luka sariawan pada hewan coba.

Picu Kesembuhan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  khasiat  terhadap penyembuhan model luka sariawan menggunakan hewan coba tikus yang dilihat dari jumlah sel radang.

“Model luka sariawan dibuat pada bibir bawah tikus, kemudian ditempelkan patch eco enzyme pada luka,” jelasnya.

Selang beberapa hari, hasil sampel bekas luka sariawan tersebut dibuat preparat histologis jaringan dan diamati menggunakan mikroskop. Hasil penelitian pada hewan coba menunjukkan bahwa patch eco enzyme dapat mengurangi jumlah sel radang. 

“Bentuk sediaan berupa P-Eco dapat sangat membantu penyembuhan sariawan karena memberikan proteksi dari gesekan saat proses pengunyahan sehingga sel dapat beregenerasi dan memicu kesembuhan,” paparnya.

Selain itu, P-Eco juga dapat meningkatkan kerja obat, meminimalkan frekuensi pemberian, dan memiliki dosis yang sesuai pada setiap penggunaannya. Diharapkan, P-Eco potensial penyembuhan luka sariawan menjadi lebih cepat.

Meski penelitian ini masih merupakan tahap awal, ke depan tetap diperlukan penelitian bertahap dan komprehensif yang bisa memastikan patch eco enzym mempunyai efek yang diharapkan dan aman pada manusia.

Read Next