logo

Kampus

Prodi Kehutanan UMM Buka CoE Essential Oil

Prodi Kehutanan UMM Buka CoE Essential Oil
Aktivitas mahasiswa Prodi Kehutanan UMM (EDUWARA/Istimewa)
Fathul Muin, Kampus10 Februari, 2022 21:55 WIB

Eduwara.com, MALANG — Program Studi (Prodi) Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka program kelas Center of Excellence (CoE) Essential Oil untuk mahasiswa UMM dan masyarakat umum.

Ketua Program Studi (Prodi) Kehutanan UMM, Galit Prakosa, mengatakan essential oil merupakan produk hasil hutan yang mempunyai nilai jual tinggi, namun di Indonesia, penggunaannya masih banyak mengandalkan hasil impor dari negara lain.

"Program ini digagas agar mahasiswa memiliki keterampilan kerja lapangan secara langsung. Utamanya bersama beberapa industri dan dunia kerja (Iduka) yang sudah digaet," katanya, Kamis (10/2/2022).

Pemilihan essential oil bertujuan agar dapat membuka peluang wirausaha bagi para peserta. Apalagi hanya ada segelintir pihak saja yang menggelutinya.

Sampai saat ini, kata Galit, Prodi Kehutanan sudah menandatangani nota kesepahaman bersama beberapa perusahaan, seperti PT Pemalang Agro Wangi (PAW). Dalam waktu dekat, Prodi Kehutanan UMM juga akan mengajak perusahaan-perusahaan lain untuk mengembangkannya. 

“Saat ini kami sudah menjajaki kerja sama dengan PT Lantai Hutan dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro),” katanya.

Galit mengatakan para peserta akan diajari proses penanaman biji atsiri sampai pemasaran produk essential oil ke masyarakat. Pengajaran dari hulu ke hilir ini dilakukan agar mereka lebih paham masing-masing tahapan produksi.

Adapun untuk tahun-tahun awal, peserta hanya terdiri dari mahasiswa UMM. Namun, tidak menutup kemungkinan kelas CoE Essential Oil akan dibuka untuk masyarakat umum. 

"Selain UMM, sebenarnya ada beberapa lembaga pembelajaran lain yang berfokus pada produksi essential oil. Namun proses pembelajarannya hanya terbatas pada sampel-sampel di beberapa tahapan produksi. Berbeda dengan kelas CoE UMM yang akan memberikan paparan pada masing-masing tahapan," katanya.

Lama pelaksanaan program ini sekitar dua semester. Pada emester pertama, para peserta akan dikirim ke beberapa industri untuk melakukan magang. Mereka akan mendapat materi langsung dari pihak industri.

Pada semester kedua, mereka diminta untuk menerapkan langsung ilmu yang didapat di daerah Pujon Hill.

"Tak hanya mendapat keterampilan pengolahan essential oil, mahasiswa yang dirasa memiliki kemampuan unggul, kemungkinan besar akan direkrut oleh dunia industri. Saya tentu berharap, program ini dapat membantu keterserapan lulusan Kampus Putih menjadi tenaga kerja di bidang essential oil," ujarnya.

Galit menambahkan keberadaan kelas CoE Essential Oil akan dapat memberikan gambaran pada mahasiswa mengenai prospek kerja bagi Prodi Kehutanan pada masa depan.

Read Next