logo

Vokasi

Bidang Gastronomi Mampu Bangun Keberlangsungan Hidup Manusia

Bidang Gastronomi Mampu Bangun Keberlangsungan Hidup Manusia
Guru Besar Bidang Pendidikan Vokasi Tata Boga FT UNY Prof Marwanti (EDUWARA/Humas UNY)
Setyono, Vokasi25 April, 2022 19:51 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Guru Besar dalam Bidang Pendidikan Vokasi Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Marwanti menyebut bidang gastronomi jika dioptimalkan mampu membangun keberlanjutan kehidupan manusia. Gastronomi mencerminkan budaya, warisan dan tradisi masyarakat.

Dalam rilis Senin (25/4/2022), Marwanti mengatakan hadirnya kegiatan gastronomi muncul karena adanya dorongan keingintahuan masyarakat tentang sosial budaya makanan pada suatu daerah tertentu.

Gastronomi menjadi satu cara mempromosikan pemahaman di antara budaya yang berbeda, dan membawa masyarakat lebih dekat dengan tradisi makanan yang diminati.

"Dalam konteks gastronomi Indonesia, makanan nusantara dianggap sebagai local genius warisan dan martabat nenek moyang bangsa yang perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai karakter bangsa untuk membangun keberlanjutan kehidupan manusia," katanya.

Kegiatan gastronomi berperan sebagai warisan budaya, juga membantu menciptakan peluang, termasuk pekerjaan terutama di daerah sekitar destinasi wisata.

Banyak destinasi wisata memanfaatkan gastronomi menjadi sektor strategis untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan usaha baru bagi masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga.

"Wisata gastronomi mengacu pada kegiatan wisata dengan tujuan mencari pengalaman makan dan minum yang unik dan secara umum mengacu pada orisinalitas hidangan dan keasliannya pada suatu tempat, wilayah atau negara,” jelasnya.

Hingga saat ini pengembangan wisata gastronomi masih mengalami kendala karena tereduksinya nilai kearifan lokal yang dimiliki tiap-tiap daerah dan etnis.

Sementara itu, pada masyarakat urban kota-kota besar di Indonesia yang semakin jarang bersentuhan dengan identitas kelokalan, hal ini menjadi alasan mengapa wisata gastronomi perlu dikembangkan seiring perkembangan sosial budaya di tengah-tengah masyarakat.

Dokumen Gastronomi

Dalam paparannya, aktivitas wisata gastronomi dapat berupa mengunjungi produsen makanan, festival makan, restoran dan tempat-tempat khusus yang berhubungan dengan beberapa makanan spesial sekaligus dengan mencicipi hidangannya, mengamati proses produksi dan persiapannya atau makan hidangan khusus dari tangan koki yang sangat terkenal serta melihat bagaimana hidangan tertentu sedang disiapkan.

Wisata gastronomi mencakup perjalanan untuk memperoleh pengalaman wisata makanan beserta nilai budayanya.

"Industri wisata gastronomi tidak hanya terdiri dari pemandu makanan dan restoran, namun mencakup segala jenis pengalaman kuliner dan budayanya," jelas Marwanti.

Beberapa subsektor yang terkait dengan wisata gastronomi adalah sekolah memasak, toko yang menjual buku masak, operator wisata gastronomi dan pemandu wisata, media terkait gastronomi, program dan majalah televisi, dan kegiatan atau atraksi gastronomi.

Marwanti juga menambahkan dokumen gastronomi nusantara pertama ditemukan RA. Kartini yang menyimpan lebih dari 200 resep masakan khas keluarga. Dokumen kedua ditemukan dari seorang nyonya Belanda yang hobi memasak. Ia menerbitkan buku berisi 1381 resep masakan yang dikumpulkan selama tinggal di Indonesia. 

Lewat buku 'Mustika Rasa', pada 1967 Presiden Soekarno menghadirkan 1685 hidangan mengenai bahan pangan yang digunakan masyarakat Indonesia, penanganan dan cara pengolahannya (resep). Buku ini menyajikan hidangan makanan pokok sebanyak 45 resep, lauk pauk (899 resep), sambal-sambalan (63 resep), kudapan (647 resep), serta minuman (31 resep).

Read Next