logo

Sekolah Kita

Gandeng KOICA, PMI Kembangkan Video Edukasi Siswa SD

Gandeng KOICA, PMI Kembangkan Video Edukasi Siswa SD
Bersama KOICA, PMI mengembangkan video edukasi materi edukit sebagai bahan ajar anak-anak sekolah dasar yang dipaparkan di DIY pada 3-7 November. DIY menjadi satu dari lima provinsi yang bakal mengujicobakan konsep ini. ((PMI))
Setyono, Sekolah Kita05 November, 2021 18:49 WIB

Eduwara.com, JOGJA -- Bersama dengan Korean Internasional Cooperation Agency, Palang Merah Indonesia (PMI) mengembangkan video edukasi materi edukit sebagai bahan ajar anak-anak sekolah dasar. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu dari lima provinsi yang bakal mengujicobakan konsep ini.

Dari rilis yang diterima Eduwara.com pada Jumat (5/11), Kepala Markas PMI Pusat Abdul Azis mengatakan program edukasi kepada anak–anak usia Sekolah Dasar ini diberikan dengan metode online dan offline secara menyenangkan dan interaktif di masa pandemi Covid-19.

"Ini merupakan satu dari berbagai upaya yang dilakukan PMI untuk mendukung pemerintah Indonesia agar masyarakat dari lansia sampai anak-anak bisa memahami pentingnya penerapan protokol kesehatan," katanya.

Azis memaparkan, lokakarya pengembangan materi, media dan metode edukasi online KOICA for Kids dilaksanakan September lalu dan menghasilkan draft yang kemudian dikembangkan vendor guna mendesain dan membuat video edukasi jarak jauh yang menarik serta interaktif.

Ada lima provinsi yang ditargetkan uji coba program ini secara online dan offline berdasarkan kriteria zona wilayah penyebaran Covid-19. Selain DIY, empat daerah lain yaitu Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat.

"Dalam sistem offline, PMI akan menggunakan pendekatan pemberdayaan kesehatan masyarakat dan pengurangan risiko bencana serta krisis kesehatan," lanjut Azis.

Nantinya akan ada sebanyak 2000 anak-anak yang mendapat edukasi dari Program KOICA for Kids baik online maupun offline. Mereka dibagi dua, 1000 anak dengan metode online dan 1000 anak dengan metode offline.

 "Ini merupakan tugas bersama. Kita harus bergerak bersama supaya anak-anak bisa memahami dan mengetahui apa yang harus mereka lakukan ketika dihadapkan pada saat bencana, temannya terluka, ataupun kondisi kedaruratan lainnya," tutup Azis. 

Read Next