logo

Kampus

Kolaborasi Lintas lmu dan Generasi, Ciptakan Riset Berkualitas

Kolaborasi Lintas lmu dan Generasi, Ciptakan Riset Berkualitas
Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nizam dalam webinar bertajuk 'Kolaborasi MBKM Dalam Pengembangan Riset, Inovasi dan Teknologi di Era Disrupsi Digital", Senin (6/12/2021) ((EDUWARA/Bhakti Maharani))
Redaksi, Kampus06 Desember, 2021 21:41 WIB

Eduwara.com, JAKARTA – Kolaborasi antar disiplin ilmu menjadi hal penting untuk pengembangan riset, utamanya di era disrupsi seperti saat ini. Dengan bertukar gagasan akan menciptakan akselerasi untuk terciptanya riset yang kreatif dan inovatif sesuai dengan kebutuhan zaman.

Hal ini diungkap oleh Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nizam dalam sesi webinar bertajuk “Kolaborasi MBKM Dalam Pengembangan Riset, Inovasi dan Teknologi di Era Disrupsi Digital” yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi di kanal YouTube, Senin (6/12/2021). 

Riset dan inovasi yang dikembangkan, kata Nizam, harus fokus pada green economy dan tetap berprinsip pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau SustainableDevelopment Goals (SDGs). 

“Pandemi yang terjadi saat ini menyadarkan kita akan pentingnya mengembangkan inovasi di bidang alat kesehatan dan juga obat-obatan. Akselerasi mutlak dibutuhkan, antara riset yang dihasilkan perguruan tinggi, apa yang dibutuhkan dunia usaha dan industri,” papar Nizam.

Saat ini, tak sedikit hasil kreasi ciptaan dan inovasi berasal dari mahasiswa yang memiliki banyak kreativitas. Oleh karena itu, lanjut Nizam, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan sarana yang tepat untuk mewadahi para mahasiswa untuk mencoba kesempatan menjadi peneliti muda penuh waktu. 

“Mereka bisa magang di pusat penelitian baik di dalam negeri ataupun luar negeri. Nanti dipimpin dosen. Banyak yang belum kita eksplore lebih mendalam,” ujar Nizam.

Peran Peneliti Muda

Presiden Akademi Ilmuwan Muda Indonesia Sri Fatmawati mengatakan, kolaborasi lintas ilmu dapat menghasilkan riset yang bermandaat. 

“Lintas ilmu ini bisa menjadi problem solving. Kita memerlukan research partner yang tepat. Ini bisa didapatkan saat ada event-event yang biasa digelar atau saat ini melalui zoom meeting,” kata wanita yang akrab disapa Fatma ini.

Demi keberhasilan riset bersama, Fatma berpesan untuk mengutamakan komitmen. Komitmen harus dibuat dengan kokoh dan kuat. 

Open mind jelas harus. Jangan merasa lebih superior dari yang lainnya,” pesan Fatma.

Kolaborasi lintas generasi, menurut Fatma, adalah hal yang penting untuk dilakukan. Ilmuwan muda yang umumnya lebih terbuka terhadap budaya kerja sama lintas disiplin, berpotensi melahirkan inovasi-inovasi sains. 

Diungkap Fatma, sifat yang dinamis dan progresif memudahkan dalam mempromosikan sains dan menginspirasi generasi selanjutnya untuk mencintai dan mengembangkan sains di Indonesia.

“Peran para ilmuwan muda sebagai pelaku aktif penelitian di masa kini dan masa depan, menjadi ujung tombak pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia,” ujar Fatma. 

Bhakti

Read Next