logo

Kampus

Lewat Upaya Pemasaran Digital, UIN Raden Mas Said Pacu Promosi Desa Wisata Tuksono

Lewat Upaya Pemasaran Digital, UIN Raden Mas Said Pacu Promosi Desa Wisata Tuksono
Pengabdian masyarakat FEBI UIN Raden Mas Said Solo di Desa Wisata Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, Jogja, Sabtu, (7/5/2022). (UIN Raden Mas Said)
Redaksi, Kampus12 Mei, 2022 14:05 WIB

Eduwara.com, SUKOHARJO– Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Solo menyiapkan strategi untuk promosi Desa Wisata Tuksono di Kulonprogo, Jogja, lewat pemasaran digital.

Salah satu langkah awal upaya itu adalah penyelenggaraan sarasehan bertema Literasi Digital Marketing untuk Meningkatkan Performa Promosi Desa Wisata Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, Jogja, Sabtu, (7/5/2022) lalu.

Program pengabdian masyarakat FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta di Desa Wisata Tuksono Kulonprogo dilaksanakan secara berkelompok yang terdiri dari Septi Kurnia Prastiwi, Yuni Astuti, dan Mufti Arief Arfiansyah.

Menurut Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Septi Kurnia Prastiwi, tujuan dari sarasehan adalah untuk meningkatkan promosi pada Desa Wisata Tuksono Kulonprogo, sekaligus meningkatkan partisipasi dosen dalam pengabdian masyarakat.

"Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa serta pengelola sanggar akan menjadi hal positif untuk mengembangkan potensi desa agar lebih dikenal secara luas," ujar dia seperti siaran pers yang diterima Eduwara.com, Kamis (12/5/2022).

Adapun, materi literasi digital marketing dalam meningkatkan performa promosi desa mandiri budaya disampaikan Supervisor Marketing PT Cita Cinta Karya Yogyakarta Endah Widya Prawesti.

Menurut Endah, Desa Wisata Tuksono perlu melakukan beberapa cara agar performa promosi Desa Wisata Tuksono dapat meningkat yaitu mengoptimalkan website desa dengan melengkapi profil desa, informasi wisata dan paket wisata serta kemudahan akses (google maps) wisata ke Desa Wisata Tuksono. “Kemudian juga diperlukan mengaktifkan berbagai sosial media seperti Youtube, Facebook, Instagram dan Tiktok,” tambah Endah.

Desa Wisata Tuksono, Sentolo Kulonprogo berorientasi pada seni dan budaya yang dikembangkan oleh masyarakat dengan keunggulan pada seni budaya tari, karawitan, oglek dan reog. Desa wisata tersebut masih aktif melakukan latihan rutin walaupun sepi pagelaran karena pandemi Covid-19.

Sebelumnya kesenian Desa Budaya Tuksono pernah ikut pentas 1.000 oglek di pinggir Sungai Progo Tahun 2016 dan Tahun 2017 menjadi juara I Jurit Menak tingkat Jogja dan pernah tampil di Tenggarong, Kutai Kartanegara dalam event Erau International Folk Art Festival (EIFAF).

Dalam sambutannya, Lurah Tuksono Zainuri menyambut baik pengabdian masyarakat yang dilakukan Dosen FEBI UIN Raden Mas Siad Solo.

"Pengabdian ini sangat sejalan dengan program Desa Wisata Tuksono dalam mengembangkan desa mandiri budaya. Saya berharap pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengunjung ke Tuksono dan bisa meningkatkan kemakmuran masyarakat,” ujar Zainuri. (K. Setia Widodo/*)

Read Next