logo

Kampus

Peringati Hari Pangan Sedunia, UMY Ingin Mahasiswa Jadi Bagian Ketahanan Pangan

Peringati Hari Pangan Sedunia, UMY Ingin Mahasiswa Jadi Bagian Ketahanan Pangan
Memperingati Hari Pangan Sedunia, lewat diskusi bertajuk 'Explore, Experience, Expand', Kamis (20/10/2022), UMY berharap mahasiswa dari berbagai fakultas turut serta dalam program ketahanan pangan. (EDUWARA/Dok. UMY)
Setyono, Kampus20 Oktober, 2022 23:43 WIB

Eduwara, JOGJA – Memperingati Hari Pangan Sedunia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berharap mahasiswa dari berbagai fakultas khususnya, Fakultas Pertanian, turut serta dalam program ketahanan pangan. 

Melalui diskusi bertajuk 'Explore, Experience, Expand' yang digelar Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) UMY, mahasiswa diingatkan mengenai kondisi ketahanan pangan Indonesia yang masih sangat ironi.

"Pangan seringkali kita anggap sebagai hal sepele, namun ternyata pangan justru membuat kalang kabut seluruh dunia. Sekarang ini ada tiga hal penyebab terjadinya krisis pangan di dunia," kata Ketua Slow Food Yogyakarta Amaliah yang menjadi narasumber, Kamis (20/10/2022).

Menurut Amaliah, penyebab utama hadirnya krisis pangan dunia adalah kondisi pasca pandemi Covid-19, lalu masalah geopolitik antara Rusia-Ukraina, dan perubahan iklim yang turut mempengaruhi keberlangsungan ketahanan pangan di seluruh dunia. 

"Ketahanan pangan di Indonesia masih menjadi ironi di tengah maraknya impor gandum dan kacang-kacangan yang sangat besar," jelasnya.

Sebagai negara dengan panen raya berlimpah akibat keberagaman tanaman dan makanan yang ada, impor besar-besaran yang dilakukan pemerintah pada komoditas gandum dan kacang-kacangan menjadi sebuah ironi.

"Ini sungguh ironi dengan impor. Karenanya kita harus meminimalisir hal tersebut agar hasil pertanian dalam negeri kita bisa terus bersaing dengan produk-produk impor," papar Amaliah. 

Menyoroti persoalan ketahanan pangan, Amaliah mengajak generasi muda sadar akan pentingnya memilah makanan sekaligus berpartisipasi dalam mempertahankan pangan.

"Makanan menjadi sumber energi utama dalam tubuh dan juga menjadi salah satu obat mujarab," tegasnya.

Untuk itulah generasi muda harus pintar-pintar dalam memilah makanan yang akan dimakan, termasuk dari mana makanan itu berasal sampai proses pengolahan makanannya.

Selain itu, generasi muda diajak turut serta berpartisipasi dalam event-event kegiatan pangan sebagai bentuk dukungan dalam mencintai produk dalam negeri.

Narasumber lainnya yaitu Lasiyo Syaifuddin yang berprofesi sebagai petani pisang. Ia menyampaikan pentingnya generasi muda menerapkan ketahanan pangan dengan mencoba bertani dari sekarang.

"Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan pangan adalah dengan bertani," katanya.

Lasiyo meminta generasi muda dari sekarang mencoba bertani. Menurutnya bertani tidak selalu susah. Buktinya, ia bisa mengembangkan ladang pisang menjadi rupiah.

Rektor UMY Gunawan Budiyanto menyampaikan pentingnya partisipasi generasi muda dalam menjaga ketahanan pangan.

 "Saya berharap di Hari Pangan Sedunia ini mahasiswa UMY, terkhusus yang bergelut di Fakultas Pertanian, dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dengan turut berpartisipasi menjaga ketahanan pangan," pungkasnya.

Read Next