logo

Sekolah Kita

PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2022 Sudah Dibuka

PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2022 Sudah Dibuka
PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2022. (EDUWARA/Kemendikbudristek)
Redaksi, Sekolah Kita02 September, 2022 00:27 WIB

Eduwara.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) membuka seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2022 sejak 26 Agustus sampai dengan 26 September 2022. Kali ini, PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2022 dibuka untuk 18 bidang studi prioritas.

Sebelumnya pada gelombang 1, pendaftaran PPG telah dibuka untuk 19 prodi prioritas. Hal tersebut bertujuan untuk mengisi kuota nasional guru yang pada tahun 2022 dialokasikan sebanyak 40.000 formasi.

“Setelah mereka dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat pendidik, maka mereka akan diprioritaskan untuk mengisi formasi kekosongan guru di Indonesia,” ucap Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Pendidikan Profesi Guru, Temu Ismail seperti dilansir Eduwara.com, Kamis (1/9/2022) dari laman Kemendikbudristek.

Selain itu, sambung dia, mahasiswa PPG Prajabatan tahun ini akan memperoleh beasiswa dalam bentuk biaya pendidikan selama dua semester per satu tahun. Salah satu syarat bagi pendaftar adalah lulusan S1 atau D4 yang belum terdaftar pada Data Pokok Pendidik (Dapodik) dan Simpatika.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan PPG Prajabatan tahun 2022 diselenggarakan guna mewujudkan keseimbangan kebutuhan dan pemenuhan guru baik secara kualitas dan kuantitas.

"Selain itu, program ini bertujuan untuk menghadirkan guru bersertifikat dan profesional, dengan penyelenggaraan program yang dirancang melalui berbagai penjelasan berdasarkan Program Transformasi Pendidikan Merdeka Belajar,” terang dia.

Ismail berharap lulusan PPG Prajabatan mampu menjadi guru profesional pemula, menjadi teladan, pembelajar yang mampu mengembangkan rencana dan pelaksanaan, serta dapat melakukan evaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

"Mereka juga diharapkan dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila, terampil dalam mengembangkan lingkungan belajar, dan dapat memfasilitasi peserta didik belajar dengan melibatkan orang tua dan masyarakat,” katanya. (K. Setia Widodo/*)

Read Next