logo

Kampus

Untag Surabaya Dampingi Pembentukan Sentra Batik dan Topeng Kampung Budaya Polowijen

Untag Surabaya Dampingi Pembentukan Sentra Batik dan Topeng Kampung Budaya Polowijen
Perajin batik di KPB didampingi Penggagas Kampung Budaya Polowijen (KBP), Kota Malang, Isa Wahyudi, menunjukkan kain yang dikerjakan dengan teknik ecoprint. (EDUWARA/Istimewa)
Fathul Muin, Kampus27 Maret, 2022 18:26 WIB

Eduwara.com, MALANG— Universitas 17 Agustus 1945 (mendampingi pembentukan sentra batik dan topeng Kampung Budaya Polowijen (KPB). Kampung ini cukup dikenal dan diperhitungkan di tingkat nasional.

Penggagas KBP Kota Malang, Isa Wahyudi, yang akrab dipanggil Ki Demang, mengatakan perkembangan sentra batik di KBP makin menunjukkan perkembangan yang signifikan. 

Lima tahun yang lalu sejak berdirinya, KBP telah merintis membentuk kelompok Kriya Batik Polowijen melalui pelatihan membatik sebanyak empat kali. Sebanyak 60 pembatik pemula rutin memproduksi batik dan mendapatkan berbagai materi tambahan membatik.

"Selain teknik mencanting, beberapa di antaranya mendapatkan tambahan metode desain batik, metode shibori, jumputan ikat celup dan lain-lain," kata Isa Wahyudi, Sabtu (26/3/2022).

Kini, lanjut Isa, Kelompok Kriya Batik Polowijen KBP kembali menggelar Pelatihan Pembuatan Ecoprint pada Media Kain sebagai pengkayaan materi tambahan untuk mempersiapkan KBP sebagai Sentra Batik dan Topeng, melalui program pendampingan dan pengabdian masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Untag Surabaya.

Ketua Pendampingan Ecoprint di KPB dari Untag Surabaya, Tries Ellia Sendari, mengatakan ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain yang dapat menciptakan visual yang unik dan menarik.

"Prinsip pembuatannya yakni melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian tumbuhan lain yang mengandung pigmen warna dengan bahan kain tertentu," ujarnya.

Langkah-langkah dalam membuat ecoprint, yakni menyiapkan bahan dan alat. Bahan yang diperlukan adalah kain, daun jati/daun lain, tawas, plastik, tali rafia dan selang air. Langkah selanjutnya, perendaman kain dalam tawas dan pencucian daun.

Setelah itu, peletakan daun ke atas permukaan kain dan dilanjutkan dengan penutupan daun dengan kain dan proses pemukulan (untuk ecoprint pukul)

Sub koordinator Sub Substansi Sumber Daya Industri Bidang Perindustrian Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Hartati, menegaskan Pemkot Malang  ebenarnya sudah melakukan pendataan pemantauan dan evaluasi sejak 2018. Kesimpulannya, di KBP banyak sekali pembatik dan beberapa motif sudah mendapatkan hak paten.

Karena itulah, kata Hartati, dinas akan mengawal legalitas terbentuknya sentra Batik dan Topeng Kampung Budaya Polowijen.

Ketua Kelompok Sentra Batik dan Topeng KBP, Titik Nur Fajriyah, merasa senang dan bangga bahwa KBP saat ini sering mendapatkan bantuan pendampingan peningkatan SDM dari berbagai perguruan tinggi. 

"Setidaknya para pembatik di KBP ada gairah dan geliat kembali membatik ketika masa pandemik Covid 19 ini berakhir," katanya. 

Harapannya kegiatan Pelatihan Pembuatan Ecoprint pada Media Kain akan menguatkan rintisan pembentukan Sentra Batik dan Topeng KBP.

Read Next