logo

Kampus

Tiga Peneliti UGM Masuk Top 2% World Rangking Scientist 2021

Tiga Peneliti UGM Masuk Top 2% World Rangking Scientist 2021
Peneliti UGM Abdul Rohman, Aris Marfai & Ahmad Maryudi masuk peringkat atas peneliti kelas dunia.
Redaksi, Kampus31 Oktober, 2021 02:30 WIB

YOGYAKARTA –Tiga peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Abdul Rohman, Muh Aris Marfai dan Ahmad Maryudi masuk Top 2% World Ranking Scientists 2021.

Ketiganya masuk dalam daftar 2% peneliti teratas  tingkat dunia tahun 2021 dari hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh peneliti dari Standford University, Prof. John Ioannidis bersama Jeroen Baas dan Kevin Boyack yang dirilis pada 20 Oktober 2021. 

Dalam daftar tersebut menampilkan lebih dari 100.000 ilmuwan yang karyanya banyak dikutip para peneliti lain di dunia sehingga menjadikan mereka sebagai peneliti paling berpengaruh di dunia. 

Direktur Penelitian UGM, Mustofa menyampaikan UGM mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada tiga penelitinya yang masuk Top 2% World Ranking Scientis 2021. Capaian yang diraih diharapkan mampu menginspirasi para peneliti lainnya di UGM untuk dapat berprestasi, termasuk dalam pemeringkatan ini kedepannya.

“Masuknya peneliti UGM ke dalam Top 2% World Rangking Scientist 2021 membuktikan bahwa peneliti UGM diakui secara internasional dengan publikasi yang banyak disitasi para peneliti lain di seluruh dunia,” kata Mustofa dikutip dari laman UGM, Sabtu 30 Oktober 2021.

Pemeringkatan Top 2% World Rangking Scientist 2021 dibuat berdasarkan beberapa parameter yakni jumlah publikasi hingga akhir 2019, menerbitkan setidaknya 5 makalah hingga akhir 2019. Lalu, jumlah sitasi, h-index, hm-index yang disesuaikan dengan penulisan bersama, dan sitasi untuk akalah di posisi penuisan yang berbeda.

Mustofa memamparkan publikasi yang telah dilakukan ketiga peneliti UGM tersebut di Scopus rentang tahun 2020-2021. Abdul Rohman dengan 28 h-index, total karya ilmiah sebanyak 80 judul meliputi 64 artikel, 6 review, 6 short survey, 4 conference paper. Adapun jumlah sitasi sebanyak 1.836 sitasi sejak tahun 2009. 

Selanjutnya, Muh Aris Marfai dengan 16 h-index, 33 karya ilmiah berupa 13 artikel, 19 conference paper, dan 1 book chapter. Sedangkan jumlah sitasi sebanyak 752 tercatat sejak  2007. 

Lalu, Ahmad Maryudi dengan 23 h-indx, 24 karya ilmiah dengan rincian 18 artikel, 2 conference paper, dan 4 note. Untuk jumlah sitasi sebanyak 609 sejak 2012.

Selain bisa menghasilkan publikasi di tingkat internasional, diharapkan nantinya riset yang dilakukan para peneliti UGM mempunyai dampak signfikan bagi kepentingan masyarakat luas.

“Kita dorong hasil penelitian bisa dihilirisasi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” terangnya.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Ananda Astri Dianka pada 31 Oct 2021 

Editor: Adnyana

Read Next