Ini Testimoni Peserta Magang Bersertifikat-Kampus Merdeka

06 Desember, 2021 13:46 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Bunga NurSY

1638768450194.jpg
Kegiatan Ngopi Sore Bareng Kampus Merdeka secara virtual yang digelar oleh Kemdikbudristek (Eduwara/Bhakti)

Eduwara.com, JAKARTA – Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi bagi para mahasiswa di seluruh perguruan tinggi se-Indonesia mendapat sambutan antusias dari para mahasiswa. 

Program Magang Bersertifikat ini adalah sebuah program magang yang dipercepat dan diakselerasikan dengan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik. Adapun, Studi Independen Bersertifikat adalah sebuah pembelajaran di kelas yang dirancang dan dibuat khusus berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh mitra/industri.

Program MSIB ini menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dalam mengetahui dunia profesi dan menciptakan tenaga kerja yang profesional. Mahasiswa yang hendak lulus disediakan tempat untuk memasuki dunia kariernya, dimana diberikan program pengembangan soft skill oleh pusat karier.

Ambar Octiva, mahasiswi jurusan Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret, menuturkan pengalamannya selama empat bulan belakangan ini mengikuti program MSIB ini di kantor Kompas Gramedia. 

“Mungkin ini memang tak sesuai jurusan saya di bangku kuliah tapi dengan program ini saya belajar hal baru. Saya masuk di divisi Public Relation,” tutur Ambar dalam diskusi virtual live Ngopi Sore Bareng Kampus Merdeka yang ditayangkan Kemdikbudristek di kanal YouTube Ditjen Diktiristek, Jumat (3/12/2021).

Selama mengikuti kegiatan ini, Ambar mengaku dirinya benar-benar dibantu oleh para mentor yang membimbingnya mempelajar dunia baru yang belum dia kenal sebelumnya. 

“Dari mentor, saya diminta untuk membuat kegiatan Corporate Social Responsibility [CSR] dengan menghubungkan nilai sosiologis dan antropologi. Saya dapat banyak bimbingan dan walau awalnya sempat ragu apakah saya bisa atau tidak, tapi karena mendapat bimbingan, saya ternyata bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan,”papar Ambar.

Keputusan Ambar untuk mengikuti MSIB ini juga mendapatkan dukungan dari pihak kampusnya berupa penyetaraan keikutsertaan dalam magang dengan 20 SKS yang ditempuh di kampus. 

“Rekognisi 20 SKS ini sudah mendapat persetujuan dari pihak kampus.Ketua Program Studi dan Jurusan di kampus saya sangat mendukung saya mengikuti program ini,” papar Ambar.

Saat ini, dikatakan Ambar, teman-temannya di kampus yang sama malah juga jadi ingin mengikuti program ini. Padahal di awal banyak yang tak berminat namun setelah mendengar cerita dan pengalaman Ambar, mereka jadi tertarik dan ingin ikut juga.

“Banyak yang mau ikut nanti di Batch II. Teman-teman saya menyiapkan CV terbaik agar bisa terpilih untuk ikut program ini,” kata Ambar.

Antusiasme yang sama juga terjadi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).  Sukma Lesmana selaku Dosen UMSU dan Koordinator Perguruan Tinggi untuk MSIB mengatakan, di UMSU pada Batch I program ini ada 94 mahasiswa yang lolos dari kampus ini untuk mengikuti program MSIB.

“Mereka yang tidak lolos masih bisa mencoba di Batch II. Kami di kampus juga menyediakan workshop karir, untuk menunjang persiapan mahasiswa masuk ke dunia kerja nantinya,” tutur Sukma Lesmana. (Bhakti)