Jaga Eksistensi Wayang, ISI Solo Kembali Rayakan Hari Wayang Dunia

07 November, 2022 21:32 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Ida Gautama

07112022-ISI Solo Hari Wayang Dunia.jpg
Pembukaan HWD VIII Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh ISI Solo, Jumat (4/11/2022) malam di Pendopo GPH Joyokusumo Kampus I ISI Solo. (EDUWARA/K. Setia Widodo)

Eduwara.com, SOLO – Institut Seni Indonesia (ISI) Solo menggelar Hari Wayang Dunia (HWD) VIII Tahun 2022, Jumat-Minggu (4-6/11/2022). Gelaran tahunan itu merupakan perayaan dikukuhkannya wayang oleh UNESCO sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Ketua Panitia, Cahyo Kuntadi mengatakan HWD kali ini mengangkat tema Mawayang Hayu: Wayang Moderasi dan Keberagaman. Tema tersebut mengingat di dalam wayang terdapat berbagai model perwatakan yang tidak pernah dipertentangkan oleh masyarakat.

"Hal ini membuat wayang jadi acuan dalam berkehidupan. Pendek kata, pluralisme moral di dalam wayang dapat dipakai sebagai simbol keragaman tatanan sosial," ujar Cahyo Kuntadi dalam pembukaan HWD VIII, Jumat (4/11/2022) malam, di Pendopo GPH Joyokusumo ISI Solo.

Hal itu, sambung dia, menjadi bukti nyata bahwa ajaran moral, sosial, moderasi, dan keberagaman termaktub dalam HWD VIII yang mengangkat wayang Panji. 

Cerita Panji berlatarbelakang era Kerajaan Kediri ketika para pujangga merangkai karya sastra yang tak lagi India sentris, namun bernapaskan kehidupan masyarakat Jawa.

Cahyo menambahkan, cerita Panji tak hanya menyebar di penjuru Indonesia, namun merambah ke Malaysia, Thailand, Kamboja, Myanmar, serta Filipina. Cerita itu tak sekadar mengenai Panji dan Sekartaji, tetapi juga mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia dan menyayangi alam semesta.

Pantauan Eduwara.com, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut hadir dalam pembukaan. Ganjar berharap gelaran HWD VIII menjadi ikhtiar bersama agar wayang makin bagus, berkembang, dan mendunia. Dalam kesempatan itu, Ganjar juga membuka secara simbolis HWD VIII dengan mendalang.

Jaga Eksistensi Wayang

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK) yang diwakili Staf Khusus Menko PMK, Ravik Karsidi mengapresiasi gelaran HWD yang diselenggarakan ISI Solo.

"Dalam perkembangan dunia saat ini, dibutuhkan aktualisasi nilai-nilai pewayangan. Era digital seperti sekarang ini, tentunya wayang juga perlu mengikuti perkembangan teknologi yang maju dan pesat. Perkembangan teknologi ini diharapkan terus menjaga eksistensi wayang, bukan wayangnya yang hilang," jelas dia.

Sebagai lembaga akademisi, sambung Ravik, diharapkan ISI Solo menghasilkan inovasi-inovasi terbaik dalam kesenian pewayangan. Misalnya menggunakan seni wayang yang kontekstual mengingat adanya gerakan revolusi mental yang mengangkat nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong.

"Dengan memanfaatkan teknologi digital, karya-karya seni pewayangan mohon kiranya juga mendorong generasi muda untuk berpartisipasi bahkan sedapat mungkin bisa mandiri dan kreatif dalam berkesenian," terang dia. (K. Setia Widodo)