Marak Isu Penculikan, Sekolah Yogyakarta Diminta Tingkatkan Pengawasan

01 Februari, 2023 16:46 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Bunga NurSY

image (3).png
Marak Isu Penculikan, Sekolah Yogyakarta Diminta Tingkatkan Pengawasan (Istimewa)

Eduwara.com, JOGJA – Pengelola sekolah oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta diminta meningkatkan pengawasan di tengah maraknya isu penculikan anak.

Himbauan ini disampaikan Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya, Rabu (1/2/2023).

Tak hanya itu, Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota se-DIY juga diperbolehkan membuat Surat Edaran (SE) ke sekolah yang berisi upaya meningkatkan kewaspadaan dan keamanan  serta kenyamanan di lingkungan sekolah.

"Sekolah diharapkan menyiapkan petugas untuk pemantauan di lingkunggan sekolah di saat jam-jam kepulangan. Bisa berasal dari guru atau siapa saja yang nanti mengetahui dengan pasti siapa yang menjemput pulang siswa," katanya.

Meski di DIY belum terdapat laporan resmi mengenai adanya penculikan anak. Namun mengingat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) digelar tatap muka sepenuhnya maka pengawaan perlu ditingkatkan.

"Terutama kewaspadaan di tingkat Playgroup, Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan SMP. Sebab banyak diantara mereka yang belum memahami pentingnya keselamatan diri," lanjut Didik.

Sedangkan pada tingkat SMA, menurutnya para siswa sudah memiliki mekanisme sendiri untuk melindungi dirinya. Dirinya sangat berharap program 'Dua Polisi Satu Sekolah' yang diluncurkan 2012 lalu kembali bisa diaktifkan.

Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta, Baharrudin Kamba menyatakan pihaknya telah memantau langsung di sekolah terkait pelaksanaan himbauan di Surat Edaran (SE) Kepala Disdikpora Pemerintah Kota Yogyakarta 421/979 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Keamanan di Lingkungan Sekolah tertanggal 1 Februari 2023.

"Kita melakukan pemantauan di beberapa sekolah di Kecamatan Mantrijeron hari ini. Kita berharap himbauan di SE agar pengelola sekolah menyiapkan tenaga pengawas di saat jam kepulangan sekolah diterapkan," ujar Kamba.

Diharapkan, setiap petugas pengawas menghapal orang-orang yang biasa antar jemput siswa. Hal ini penting agar tidak terjadi siswa dijemput oleh orang yang tidak dikenal, khususnya untuk siswa SD.

Di Bantul, Sat Binmas Polres melaksanakan edukasi di kelas kecil SDN Bantul Timur terkait isu penculikan anak yang marak dan membuat resah orang tua serta sekolah.

"Kehadiran kami untuk memberikan edukasi kepada anak-anak, guru, juga orang tua bahwasanya untuk lebih berhati-hati dalam men-share berita-berita yang tidak jelas sumbernya," kata Kasat Binmas AKP Estikomah.

Selain itu anak-anak juga harus diberikan edukasi, agar mereka lebih waspada dan lebih tahu, apa yang harus mereka lakukan ketika mereka dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan, seperti bertemu dengan orang asing yang berniat jahat kepada mereka.