Masuk Fase Harmonisasi, Perpres Vokasi Ditarget Rampung Akhir 2021

17 Desember, 2021 06:20 WIB

Penulis:Bunga NurSY

Editor:Bunga NurSY

IMG-20211216-WA0030.jpg
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Kemenko PMK)

Eduwara.com, JAKARTA—Rancangan peraturan presiden (Perpres) tentang revitalisasi pendidikan vokasi sudah memasuki tahap harmonisasi dengan regulasi lain dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo pada Agustus 2021 memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy untuk menyusun rancangan Perpres dalam rangka merevitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Rancangan Perpres tersebut telah berhasil disusun bersama segenap kementerian dan lembaga terkait. Minggu depan ini, rancangan Perpres tersebut akan melalui proses harmonisasi,” ujar Muhadjir saat menghadiri Pelatihan Vokasi Awards 2021 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis (16/12/2021).

Meskipun demikian, tutur Muhadjir, selama tenggat waktu menunggu proses harmonisasi Perpres, diharapkan tetap ada masukan-masukan terutama dari para pakar dan praktisi yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia vokasi.

“Kita ingin bagaimana supaya Perpres yang akan kita luncurkan nanti benar-benar sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tegasnya seprti dikutip dari situs resmi Kemenko PMK, Jumat (17/12/2021).

Menko PMK menjelaskan bahwa proses harmonisasi merupakan tahap terakhir sebelum penetapan dari Presiden. Proses harmonisasi itu bertujuan agar rancangan Perpres itu sejalan dengan perundang-undangan lain.

“Harapannya, Perpres tersebut dapat ditetapkan [diberlakukan] pada akhir tahun ini,” tegas Muhadjir. 

Dia melanjutkan, Perpres Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi akan memberikan mandat kepada Menteri Ketenagakerjaan untuk mengkoordinasikan penyelenggaraan pelatihan vokasi secara nasional. 

Pelatihan vokasi harus betul-betul bisa menghasilkan SDM yang kompeten sesuai dengan standar kualifikasi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Bahkan kalau bisa lulusannya memperoleh sertifikat internasional. Sehingga, para lulusan pendidikan vokasi juga dapat bersaing dan diperhitungkan serta berkiprah di bidang ketenagakerjaan di tingkat global,” jelas Muhadjir.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristekdikti), pendidikan vokasional di Indonesia terdiri dari 1.365 lembaga pendidikan, yakni 1.103 akademi kejuruan dan 262 politeknik.

Vokasi Awards

Sementara itu, dalam rangka menjalankan mandat Menaker sebagaimana arahan Perpres tersebut, Pelatihan Vokasi Awards 2021 bisa menjadi momentum langkah awal kebangkitan yang lebih baik menuju revitalisasi pendidikan dan khususnya pelatihan vokasi di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menyampaikan bahwa Pelatihan Vokasi Awards tahun ini merupakan kali pertama dilakukan. Hal tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas SDM dan produktivitas tenaga kerja yang relevan.

“Ada 38 nominasi dan 11 kategori untuk penghargaan ini. Mereka semua yang terlibat tentu telah menyumbangkan secara real dari apa yang kita upayakan dalam pengembangan SDM di Indonesia, khususnya melalui pelatihan vokasi,” papar Ida.