Rembuk Komunitas, Gotong Royong Memperkuat Merdeka Belajar

24 Mei, 2022 21:06 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Ida Gautama

24052022-Kemendikbudristek Rembuk Komunitas.jpg
Mendikbudristek, Nadiem Makarim (kedua dari kanan) menerima butir-butir rekomendasi yang diserahkan Koordinator Regional Bali Nusa Tenggara Komunitas Kami Pengajar, Luh Eka Yanthi (kanan), Koordinator Nasional Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka Rizal Maula (kedua dari kiri), dan Founder Komunitas Sidina Susi Sukaesih (kiri), dalam Rembuk Komunitas bertema "Bergerak Bersama Berdaya Bersama", Selasa (24/5/2022). (EDUWARA/Dok. Rembuk Komunitas)

Eduwara.com, JAKARTA – Program Merdeka Belajar dihadirkan agar seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan hak akan pendidikan berkualitas. Program ini fokus pada asas kemerdekaan dalam menerapkan materi esensial dan fleksibel sesuai dengan minat, kebutuhan, serta karakteristik dari peserta didik. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim dalam Rembuk Komunitas bertemakan Bergerak Bersama Berdaya Bersama, Selasa (24/5/2022).

Dijelaskan Menteri Nadiem, program Merdeka Belajar bersumber dari pemikiran Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara. Melalui Merdeka Belajar, peran pendidik juga diperkuat untuk merancang metode pembelajaran berbasis proyek untuk memacu kreativitas peserta didik. 

Nadiem menambahkan Merdeka Belajar menjadi landasan demi terciptanya transformasi pendidikan Indonesia guna menghasilkan generasi Indonesia yang unggul. 

“Oleh karena itu, perlu dukungan yang diberikan oleh guru, mahasiswa, dan orang tua terhadap Merdeka Belajar,” kata Nadiem dalam siaran pers yang diterima Eduwara.com, Selasa (24/5/2022).

Nadiem menambahkan, upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia ini harus dilakukan secara komprehensif, berkelanjutan, dan menyeluruh, serta tidak hanya fokus pada satu jenjang saja tetapi menyentuh semua peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, maupun orang tua. 

“Kami percaya terobosan ini akan menciptakan lompatan perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan nasional,” ujar Nadiem.

Rembuk Komunitas yang diselenggarakan oleh Komunitas Kami Pengajar, Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka, dan Komunitas Sidina itu menjadi salah satu rangkaian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional 2022. Kegiatan ini bertujuan memperkuat dan mendukung implementasi Merdeka Belajar dalam terwujudnya sumber daya manusia Indonesia unggul.

Nadiem melanjutkan, melalui acara Rembuk Komunitas itu, akan semakin mempercepat transformasi kualitas pendidikan nasional menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. 

“Rembuk Komunitas menunjukkan semangat gotong-royong dari para pemangku kepentingan dalam mendukung dan memastikan kelancaran penerapan Merdeka Belajar di seluruh lingkungan pendidikan nasional. Semangat gotong-royong ini harus terus dijaga dan semakin diperluas dengan melibatkan semua kalangan agar upaya dalam peningkatan mutu pendidikan akan terwujud di masa depan,” kata dia 

Bergerak Bersama Berdaya Bersama

Koordinator Regional Bali Nusa Tenggara Komunitas Kami Pengajar, Luh Eka Yanthi menjelaskan melalui Rembuk Komunitas, seluruh anggota komunitas diajak untuk lebih aktif dalam memberikan rekomendasi bagi Kemendikbudristek. Tujuannya agar Merdeka Belajar dapat menjadi gerakan bersama yang diaplikasikan di seluruh lingkungan pendidikan.

Menurut Eka, Merdeka Belajar merupakan terobosan inovatif sehingga perlu didukung semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

“Merdeka Belajar merupakan pemikiran hebat dari Kemendikbudristek yang menawarkan hasil jelas demi kebaikan kualitas pendidikan nasional untuk masa depan lebih cerah. Namun, tanpa adanya semangat dan dukungan dari seluruh pihak terkait, program Merdeka Belajar akan menjadi hambar. Melalui Rembuk Komunitas, kami ingin memperkuat kolaborasi di antar komunitas agar penerapan program ini bisa diimplemetasikan secara berkelanjutan,” kata Eka. 

Sementara itu, Koordinator Nasional Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka, Rizal Maula menilai penerapan Merdeka Belajar melalui Kampus Merdeka, telah memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan.

Menurut dia, progam tersebut sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, yang merupakan agen perubahan sekaligus garda terdepan, dalam menghadapi perkembangan zaman, dalam aspek pengetahuan dan teknologi.

“Menteri Nadiem dan Kemendikbudristek berupaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 dalam bidang pendidikan dengan melahirkan terobosan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Kami mendukung misi besar tersebut dan berharap adanya program lanjutan sehingga semangat Merdeka Belajar - Kampus Merdeka terus terlaksana dalam jangka panjang dengan melibatkan komunitas mahasiswa,” kata Rizal.

Founder Komunitas Sidina, Susi Sukaesih menambahkan, Merdeka Belajar menekankan peran penting orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anaknya. Orang tua merupakan bagian utama terkait perkembangan pendidikan anak-anaknya sehingga dapat bertahan pada masa disruptif yang kompetitif saat ini.

“Merdeka Belajar menyasar pembentukan orang tua teladan dalam pendidikan yang layak dicontoh. Kami mendorong para orang tua untuk aktif terlibat dalam sosialisasi dan penerapan Merdeka Belajar,” ujar Susi. (K. Setia Widodo/*)