SMPPT Azzayadiy Sosialisasikan Perlunya Jaga Kesehatan Reproduksi

20 Desember, 2021 16:08 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Riyanta

20azzayadiy1.jpg
Siswa SMPPT Azzayadiy Sukoharjo mendengarkan materi sosialisasi kesehatan reproduksi di joglo sekolah. (Edurwara.com/istimewa. Dok. SMPPT Azzayadiy)

Eduwara.com, SOLO—Kekeresan seksual yang terjadi di institusi pendidikan akhir-akhir ini mencoreng wajah pendidikan Indonesia. Banyak pihak yang menyayangkan hal tersebut, tidak terkecuali SMP Pesantren Tahfidz (SMPPT) Azzayadiy Sukoharjo.

Sekolah yang sekaligus pesantren itu menyelenggarakan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi pada Selasa-Kamis, (14-16/12/2021). Hal tersebut untuk memberi pemahaman kepada siswa mengenai tubuh, khususnya yang berkaitan dengan organ-organ reproduksi.

Menurut salah satu guru SMP Pesantren Tahfidz, Chintami Budi Pertiwi, kegiatan sosialisasi itu merupakan imbauan Dinas Pendidikan (Dindik) Sukoharjo. Dindik meminta agar sekolah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengedukasi siswa menjelang penerimaan rapor.

"Menimbang adanya kasus kekerasan seksual yang banyak terjadi di lembaga pendidikan baru-baru ini, kami mengadakan sosialisasi tersebut. Melalui materi kesehatan reproduksi, kami ingin siswa mengenali tubuhnya, memiliki otoritas pada tubuhnya sendiri, dan bisa menjaga tubuhnya, apalagi terkait organ seksual," ujar Chintami saat dihubungi Eduwara.com, Senin (19/12/2021).

Menurut Guru Bahasa Indonesia itu, kegiatan yang dilaksanakan di Joglo SMPPT Azzayadiy Sukoharjo tersebut diikuti oleh seluruh siswa dengan antusias. 

Beberapa siswa mengaku senang mendapatkan materi tetang kesehatan reproduksi. Amrina Rosyada, siswa Kelas IX B, mengaku bertambah wawasannya setelah mengikuti sosialisasi.

"Seru sekali dan menyenangkan. Saya jadi tahu bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan itu menambah wawasan dan pengalaman saya," kata Amrina. 

Pelajar Pancasila

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut itu tidak hanya membahas kesehatan reproduksi saja. Hari pertama siswa diberi materi tentang kesehatan reproduksi, hari kedua terkait penyalahgunaan Napza, dan hari keriga mengenai profil pelajar pancasila. Acara tersebut bertajuk Pekan Sosialisasi SMPPT Azzayadiy.

Adapun pembicara acara tersebut, Maria Sujiya dari Komunitas Jejer Wadon sebagai pembicara kesehatan reproduksi, Damar Ilham mahasiswa Kedokteran UNS sebagai pembicara Penyalahgunaan Napza, dan Wafi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme sebagai pembicara profil pelajar Pancasila.

Siswa SMPPT Azzayadiy Sukoharjo mendengarkan materi sosialisasi kesehatan reproduksi di joglo sekolah. (Edurwara.com/istimewa. Dok. SMPPT Azzayadiy)

 

Siswa lain, Kyla Aisyah Ghifary Santoso mengungkapkan sosialisasi tersebut bermanfaat bagi dirinya dan teman-teman. 

"Saya bisa tahu tentang kesehatan reproduksi. Saya juga paham apa saja yang termasuk dalam Napza, kemudian bagaimana efek negatifnya bagi tubuh. Selain itu, saya juga dididik bagaimana menjadi pelajaran yang mempunyai sifat pancasilais," kata siswa Kelas IX tersebut.

Kegiatan sosialisasi semacam itu, menurut Chintami, baru pertama diselenggarakan di sekolah tersebut. Mungkin kelak akan ada lagi kegiatan-kegiatan seperti itu lagi. Yang jelas sekolah akan terus berupaya memberi pendidikan yang relevan pada perkembangan zaman untuk peserta didiknya. (M. Diky Praditia)