Traveling Class, Solusi Mahasiswa Unisri Solo Atasi Learning Loss

02 September, 2022 00:57 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Ida Gautama

02092022-Unisri Traveling Class.jpg
Siswa SDN Wonosaren dan tim PKM VGK Unisri Solo. (EDUWARA/Dok. Unisri Solo)

Eduwara.com, SOLO – Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo lolos dalam ajang PKM tahun 2022. Tim tersebut mengangkat tentang gagasan untuk masalah-masalah yang terjadi saat ini melalui cabang PKM Video Gagasan Konstruktif (VGK).

Tim beranggotakan tiga mahasiswa yakni Rebecca Tika Kristiawan yang berasal dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Okni Sianurjanah dari prodi Manajemen, dan Catur Wijayanto dari prodi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI). Dalam PKM Video Gagasan Konstruktif, mereka mengangkat judul Traveling Class Solusi Learning Loss.

Pengambilan gambar video dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wonosaren, Pucangsawit, Solo. Pemilihan sekolah tersebut mengingat lokasinya dekat dengan jalan raya utama di Kota Bengawan yakni Jalan Ir Juanda.

Kepala Sekolah, Ningrum, menyambut baik ide gagasan tersebut. Pihaknya memberikan izin untuk salah satu kelas turut dalam pengambilan gambar. Menurut dia, kondisi pendidikan di Indonesia saat ini sedang bangkit sedikit demi sedikit dari dampak pandemi Covid-19.

“Ditambah dengan learning loss yang dialami siswa selama pembelajaran daring membuat guru-guru harus bekerja semakin ekstra untuk memulihkan dan mengembalikan kondisi siswa seperti motivasi mereka dalam belajar,” jelas Ningrum seperti dilansir Eduwara.com, Kamis (1/9/2022) dari laman resmi Unisri Solo.

Konsep traveling class yang diusung tim PKM VGK Unisri Solo yaitu mengajak para siswa untuk tidak hanya sekadar belajar di ruang kelas. Namun mereka juga belajar di luar kelas dengan menaiki bus. Di dalam bus, para siswa diberi materi mengenai lingkungan sekitar sekaligus mengamatinya secara langsung.

Dosen Pembimbing PKM, Ema Butsi Prihastari menjelaskan program yang dirancang tim PKM VGK Unisri Solo antara lain memberikan pandangan solutif bagi pembelajaran ke depan. Selain itu juga mengajak siswa untuk belajar tidak hanya di dalam kelas namun, juga di luar kelas.

“Belajar tidak hanya menerima materi tapi, juga perlu dikonfirmasi kembali apakah yang selama ini sudah diberikan oleh guru, diterima, dan dimaknai dengan baik oleh guru,” kata dia.

Melalui traveling class, sambung dia, guru bisa mengkonfirmasi materi pada anak dengan cara tanya jawab sekaligus memberikan contoh-contoh yang kontekstual. (K. Setia Widodo/*)