Kampus
15 Juli, 2026 22:47 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menerapkan kurikulum yang berbeda dari sebelumnya untuk mahasiswa baru yang diterima pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Kurikulum baru yang diamanatkan dalam Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2025 tentang Pendidikan, sepenuhnya didesain untuk menyiapkan lulusan yang siap berkontribusi dalam organisasi, masyarakat, dan dunia kerja.
“Penerapan kurikulum dijadwalkan hingga batas akhir penyesuaian kurikulum oleh fakultas dan sekolah pada 1 Agustus 2026. Mahasiswa baru diwajibkan menggunakan kurikulum baru, sementara mahasiswa lama dapat menggunakan kurikulum lama atau bermigrasi ke kurikulum baru apabila program studi menginginkan,” terang Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Wening Udasmoro, Rabu (15/7/2026).
Lahir dari proses panjang yang melibatkan masukan dari alumni, mitra, serta berbagai pemangku kepentingan, kurikulum baru ini dinilai merangkum simpul-simpul kebutuhan nyata dunia akademik dan profesional sehingga relevan untuk kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global.
Wening memaparkan, kurikulum baru tersebut memuat empat pilar utama yang nantinya akan menjadi fokus pengembangan. Pertama, integritas, yang ditujukan untuk pembentukan karakter akademik mahasiswa UGM dengan berlandaskan nilai moral serta etika yang berlaku di masyarakat.
Kedua, kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa asing lainnya dengan fokus untuk memperkuat daya saing mahasiswa di kancah internasional. Ketiga, kerja tim, yang berguna untuk menumbuhkan keterampilan mahasiswa dalam berkolaborasi secara adaptif terhadap dinamika organisasi.
“Keempat, resiliensi, yang menjadi nilai terakhir untuk membangun ketangguhan para mahasiswa dalam menghadapi tantangan secara akademik dan profesional,” ujarnya.
Wening juga menceritakan tentang fenomena yang terlihat saat ini, seperti kecenderungan mahasiswa lebih memilih bekerja sendiri dibanding berkelompok, menjadi salah satu alasan penting mengatasi kerentanan tersebut.
“Dengan kurikulum yang baru, UGM serius mempersiapkan lulusannya untuk berkontribusi di masyarakat serta dunia profesional yang difokuskan pada aspek teamwork dan resiliensi sehingga siap berkontribusi dalam organisasi, masyarakat, dan dunia kerja,” imbuhnya.
Transdisiplin
Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Sigit Priyanta, menjelaskan empat arah utama perubahan yang akan dicapai dalam kurikulum baru ini, yakni bersifat ramping dan mudah diakses oleh mahasiswa dan program studi.
”Struktur disederhanakan menjadi tiga blok besar dengan sembilan tipe pilihan yang jelas, sehingga mudah dipahami mahasiswa dan dikelola program studi,” jelasnya.
Arah perubahan kedua, terletak pada kurikulum yang dapat mencakup pendekatan transdisiplin untuk memberikan ruang bagi mahasiswa mengambil mata kuliah lintas program studi, termasuk opsi second major, minor, intensifikasi, hingga fast track.
”Ada muatan optimalisasi kekayaan keahlian lintas program studi/fakultas untuk menjawab persoalan kompleks yang memantik kolaborasi, integrasi, dan sintesis pengetahuan,” paparnya.
Sigit juga menjelaskan bahwa kurikulum baru ini dirancang untuk mencirikan lulusan khas UGM. Salah satu implementasinya adalah penerapan kurikulum universitas sebanyak 23 SKS yang berlaku seragam di seluruh program studi. Kurikulum tersebut menjadi identitas bersama sekaligus membekali setiap lulusan UGM dengan kompetensi dasar yang dibutuhkan di berbagai bidang.
"Alokasi 23 SKS wajib ini mencakup mata kuliah dasar seperti Pendidikan Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, serta literasi digital, Sustainable Future Skills, KKN, dan penguasaan bahasa asing. Sedangkan kurikulum inti program studi harus memuat minimal 60 persen dari total SKS program studi, dengan fleksibilitas sesuai kebutuhan akreditasi dan asosiasi profesi," terangnya.
Selain itu, kurikulum ini juga menampung Personalised Education & Employability, yang menekankan pada keterampilan kerja tim, resiliensi, dan kemampuan adaptasi yang tinggi. Implementasi teknis kurikulum baru tersebut telah mulai dipersiapkan secara bertahap melalui pengembangan sistem akademik yang terintegrasi.
Bagikan