UII Yogyakarta Berkomitmen Kembangkan Program Pascasarjana

14 Januari, 2026 01:37 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

14012026-UII ekspansi pascasarjana.jpg
Rektor UII, Fathul Wahid, menegaskan komitmen strategis UII untuk fokus pada pengembangan prodi tingkat Magister, Spesialis dan Doktor. Langkah ini diambil untuk menjaga harmoni ekosistem pendidikan tinggi, khususnya di DIY. Dengan membatasi pendirian prodi sarjana secara selektif, UII memberikan ruang bagi perguruan tinggi lain agar tercipta kompetisi yang sehat dan kolaboratif. (EDUWARA/Dok. UII Yogyakarta)

Eduwara.com, JOGJA - Menjelang peringatan Milad ke-83 pada tahun 2026 ini, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menegaskan komitmen strategisnya untuk fokus pada pengembangan program studi (prodi) tingkat Magister, Spesialis, dan Doktor. Kebijakan ini merupakan upaya UII untuk ‘tumbuh ke atas’, memperkuat kualitas akademik pada jenjang pascasarjana dibandingkan terus memperluas program sarjana. 

Rektor UII, Fathul Wahid, menjelaskan langkah ini diambil untuk menjaga harmoni ekosistem pendidikan tinggi, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan membatasi pendirian prodi sarjana secara selektif, UII memberikan ruang bagi perguruan tinggi lain agar tercipta kompetisi yang sehat dan kolaboratif.

"Kami ingin membangun UII ke atas, bukan ke samping. Ini adalah investasi peradaban sekaligus fondasi bagi kepemimpinan masa depan agar selaras dengan nilai-nilai yang ditinggalkan para pendiri," ujar Fathul Wahid di Yogyakarta, Selasa (13/1/2026).

Selama delapan tahun terakhir (sewindu) kepemimpinan Fathul Wahid, UII telah melahirkan 20 prodi baru. Menariknya, dari jumlah tersebut, hanya tiga prodi yang diperuntukkan bagi jenjang sarjana, sementara sisanya fokus pada jenjang pascasarjana. 

“Sepanjang tahun 2025 kemarin, terdapat lima prodi baru yang telah mendapatkan SK dari pusat dan tiga prodi lainnya telah melalui proses asesmen lapangan. Hingga hari ini, total prodi di UII telah mencapai 64 program studi,” tambahnya.

Tiga Pilar Utama

Selain pengembangan akademik, UII juga mencatatkan kontribusi sosial yang signifikan. Sepanjang 2025, UII telah menyalurkan beasiswa sebesar Rp3 2 miliar kepada 1.200 mahasiswa untuk memastikan akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat.

Di bidang pengabdian, 4.200 mahasiswa KKN telah diterjunkan ke 400 dusun di DIY dengan misi mewujudkan desa mandiri melalui pendampingan berkelanjutan.

Perayaan Milad ke-83 tahun ini mengusung tema ‘Harmoni untuk Jejak Lestari’ dan dikoordinasi oleh Fakultas Agama Islam (FAI). Agenda milad tahun ini terasa spesial karena bertepatan dengan momentum pemilihan Rektor baru yang dijadwalkan pada Maret 2026 mendatang.

Ketua Panitia Milad sekaligus Dekan FAI UII, Asmuni, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan akan bersandar pada tiga pilar utama. Kaki pertama yaitu pengembangan ilmu pengetahuan yang merupakan pengejawantahan pada berbagai nilai-nilai yang ditinggalkan para pendiri UII. 

Kaki kedua adalah memodernkan keilmuan sesuai dengan konteks yang dihadapi saat ini atau disebutnya sikap kritis pada kondisi sekarang. Kaki ketiga atau terakhir adalah mendorong ilmu pengetahuan tetap menempatkan kemanusiaan sebagai fokus sehingga tercipta optimis menghadapi masa depan.

Seluruh rangkaian kegiatan akademik dan kebudayaan dalam rangka Milad ke-83 ini akan berlangsung sepanjang tahun 2026, yang diharapkan dapat mempertegas posisi UII sebagai institusi pendidikan yang progresif namun tetap berpijak pada akar nilai keislaman dan kebangsaan.