logo

EduBocil

Cakupan Imunisasi AUD Hanya 79,4 Persen, Pemerintah Gelar BIAN

Cakupan Imunisasi AUD Hanya 79,4 Persen, Pemerintah Gelar BIAN
Pemerintah akan menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk mengejar kekurangan cakupan imunisasi rutin lengkap bagi Anak Usia Dini (AUD) usia 0-5 tahun. Kekurangan cakupan imunisasi ini terjadi selama pandemi Covid-19. (EDUWARA/Istimewa)
Redaksi, EduBocil20 April, 2022 23:02 WIB

Eduwara.com, JAKARTA -- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta orang tua dan pengasuh untuk membawa anaknya, yang belum mendapat imunisasi lengkap, ke Puskesmas, Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya selama Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) berlangsung.

“Dengan momentum pekan imunisasi dunia ini diharapkan dapat meningkatkan semangat tenaga kesehatan, masyarakat dan jajaran pemerintah daerah maupun mitra pembangunan menjalankan program imunisasi demi tercapainya tujuan keluarga Indonesia yang sehat dan berkualitas,” kata Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Sabtu (16/4), seperti dilansir dalam laman PAUDpedia.

Mengutip Humas Kemenkes, dalam rangka pekan imunisasi dunia yang dicanangkan oleh Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO), pemerintah akan menyelenggarakan BIAN untuk mengejar kekurangan cakupan imunisasi rutin lengkap untuk Anak Usia Dini (AUD) usia 0-5 tahun yang terjadi selama pandemi Covid-19.

Berdasarkan data rutin terbaru Kementerian Kesehatan RI, cakupan imunisasi dasar lengkap telah menurun secara signifikan sejak awal pandemi COVID-19, dari 84,2 persen pada tahun 2020 menjadi 79,6 persen pada tahun 2021. 

Penurunan cakupan imunisasi rutin ini disebabkan oleh berbagai faktor termasuk gangguan rantai pasokan, aturan pembatasan kegiatan, dan berkurangnya ketersediaan tenaga kesehatan, yang menyebabkan penghentian sebagian layanan vaksinasi pada puncak pandemi COVID-19.

Survei Kementerian Kesehatan dan UNICEF yang dilakukan pada tahun 2020 juga menemukan fakta bahwa setengah dari orang tua dan pengasuh yang disurvei enggan membawa anaknya ke fasilitas kesehatan karena takut tertular COVID-19 atau khawatir tidak ada protokol kesehatan yang tepat.

Cegah Kematian AUD

Saat ini pemerintah berupaya memulihkan cakupan yang hilang akibat gangguan kegiatan imunisasi terkait COVID-19. Tahap I pelaksanaan BIAN akan dimulai pada Mei 2022 di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Sedangkan tahap II akan berlangsung pada Agustus 2022 di Jawa dan Bali.

Selama periode BIAN, satu dosis imunisasi campak-rubella akan diberikan, terlepas dari status imunisasi sebelumnya, sesuai target berdasarkan rekomendasi yang ditetapkan untuk masing-masing wilayah. Satu atau lebih jenis imunisasi akan diberikan untuk melengkapi status imunisasi anak usia kurang dari 5 tahun.

Perwakilan UNICEF Robert Gass mengatakan serangkaian pedoman kesehatan dan keamanan sudah tersedia dan petugas kesehatan telah dilatih untuk memastikan bahwa keluarga dapat dengan aman membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi.

“Kami mengimbau semua orang tua untuk memeriksa Buku KIA (Kesehatan Ibu  Anak) dan memastikan jadwal imunisasi anak tepat waktu. Tidak boleh ada anak yang menderita penyakit serius yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ucapnya.

Secara global, vaksinasi menyelamatkan lebih dari lima nyawa setiap menit dan mencegah hingga tiga juta kematian per tahun. Hal ini menjadikan vaksinasi sebagai salah satu kemajuan paling signifikan dalam kesehatan dan pembangunan global.

Perwakilan WHO untuk Indonesia, Paranietharan menambahkan, anak-anak yang divaksinasi tidak hanya lebih sehat, tapi mereka bisa berprestasi lebih baik di sekolah, dan menghasilkan manfaat ekonomi yang mempengaruhi seluruh masyarakat.

“Vaksin yang disetujui WHO aman dan terbukti secara ilmiah efektif mencegah penyakit seperti campak, rubella, polio, difteri, dan tetanus. Tanpa adanya semua vaksin ini, anak-anak anda bisa terkena penyakit-penyakit berbahaya ini, dan dapat berakibat kematian,” tuturnya.

Seperti diketahui, sekitar 800 ribu anak di seluruh Indonesia berisiko lebih besar tertular penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan polio. (*)

Read Next