logo

Sekolah Kita

Persiapan Adiwiyata, SMPN 5 Solo Adakan Penanaman 300 Bibit Sayuran

Persiapan Adiwiyata, SMPN 5 Solo Adakan Penanaman 300 Bibit Sayuran
Penanaman 300 bibit sayuran oleh SMPN 5 Solo bersama DKPP Kota Solo, Jumat (26/8/2022). (Eduwara/K.Setia Widodo)
Redaksi, Sekolah Kita26 Agustus, 2022 14:21 WIB

Eduwara.com, SOLO – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Solo mengadakan Penanaman 300 Bibit Sayur, Jumat (26/8/2022). Penanaman dalam rangka Jumat Peduli Lingkungan itu diikuti seluruh warga sekolah dan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Solo.

Kepala SMPN 5 Solo Adi Purnawan mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari implementasi Kurikulum Merdeka.

“Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi pelaksanan kurikulum. Di mana salah satu tujuannya ialah peserta didik dibentuk sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang mengandung nilai-nilai gotong royong, mandiri, dan kreatif,” kata dia ketika diwawancarai Eduwara.com, Jumat (26/8/2022) selepas acara.

Adi menambahkan, SMPN 5 Solo juga menjadi sekolah adiwiyata tingkat kota, dan tahun depan menju tingkat provinsi. Sehingga kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda konsep gerakan adiwiyata.

“Nanti kita pacu agar anak-anak berusaha untuk rumangsa handarbeni peduli lingkungan. Karena salah sau ruh adiwiyata adalah keterlibatan warga sekolah, khususnya pesera didik” tambah dia.

Adi menyebutkan, bibit sayuran yang ditanam termasuk tanaman usia pendek dan apabila berhasil akan menjadi motivasi di SMPN 5 Solo. Untuk sayuran yang tidak membutuhkan pertinggian pendek tetap ditaruh di polybag. Namun untuk tanaman terong dan tomat nantinya dipindahkan ke lahan sebelah timur sekolahan.

Menurut Adi, pesan yang disampaikan melalui kegiatan tersebut ialah siswa merasa bahwa lingkungan menjadi bagian dari diri mereka. Sedini mungkin ditanamkan untuk peduli lingkungan, karena suatu saat mereka akan hidup di antara lingkungan itu.

Sementara itu, Perwakilan DPKKP Kota Solo Muhammad Ma’ruf menuturkan kegiatan tersebut merupakan wujud kolaborasi dan sudah menjadi program dari DPKKP. Adapun bibit yang dibawa ke SMPN 5 Solo terdiri atas lima jenis yakni tomat, cabai, terong, bunga kol, dan seledri.

Media tanam yang biasa dipakai, sambung dia, dilakukan dengan perbandingan 1:1. Maksudnya, antara pupuk, sekam, dan media tanam masing-masing dalam satu takaran.

“Jika memakai karung, ya ketiganya berukuran sama. Kemudian dicampur adukkan menjadi satu agar homogeny, Setelah itu dimasukkan ke polybag yang bagian atasnya sudah dilipat dua jari untuk pembatas media tanam dan dilanjutkan menanam bibit sayurannya,” jelas dia yang juga penyuluh pertanian Kecamatan Jebres itu.

Namun sebelum ditanam, lanjut dia, polybag kecil yang berada di bibit sayuran dilepas terlebih dahulu. Setelah ditanam di polybag, kemudian ditaruh di tempat yang teduh untuk adaptasi selama satu hingga tiga hari dengan penyiraman pagi dan sore. Setelah adaptasi baru bisa ditaruh di tempat yang panas.

Menurut Ma’ruf, antusias warga SMPN 5 Solo sangat luar biasa. Melalui kegiatan itu, dia berharap bisa memunculkan generasi-generasi muda di sektor pertanian. Mengingat sekarang ini masih didominasi oleh generasi tua. (K. Setia Widodo)

Read Next