logo

Sekolah Kita

Sekolah Di Solo Terapkan PJJ, Begini Pendapat Orang Tua Siswa

Sekolah Di Solo Terapkan PJJ, Begini Pendapat Orang Tua Siswa
Ilustrasi: Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) SDN Ngoresan Jebres sebelum PJJ kembali dilaksanakan. (Eduwara.com/K. Setia Widodo)
Redaksi, Sekolah Kita08 Februari, 2022 15:08 WIB

Eduwara.com, SOLO—Merebaknya kasus penyebaran Covid-19 di beberapa sekolah Kota Solo berimbas pada pemberhentian sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Pemberlakuan itu berlaku untuk seluruh jenjang satuan pendidikan di Kota Solo.

Terhitung mulai Senin (7/2/2022), seluruh sekolah harus menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kembali. Hal itu didasarkan pada Nota Dinas Pendidikan Cabang Wilayah VII Nomor 420/494 tanggal 6 Februari 2022.

Salah seorang wali murid, Nani Suparni mengaku terkejut dengan pemberlakuan PJJ kembali. Kemudian dia menjelaskan dampak PJJ pada kegiatan belajar anaknya.

"Dampaknya banyak bagi anak. Seperti yang sudah-sudah, belajarnya jadi kurang efektif dan malah lebih banyak bermain. Cara menerima pelajaran juga kurang paham, beda kalau PTM," kata Nani ketika diwawancarai Eduwara.com, Senin (7/2/2022) di kediamannya.

Lebih lanjut, dia mengaku jika kuota internet menjadi kendala saat PJJ. Bukan tanpa sebab, sistem PJJ mengharuskan memakai internet dalam kegiatan pembelajarannya. Hal itu berdampak pada pengeluaran biaya.

Kurang Maksimal

Menurut Nani, bila sistem PJJ tidak berbeda seperti dulu berarti guru memberi tugas, kemudian siswa mengerjakannya dan dikirim. Dikatakannya, saat ini sudah ada buku modul pembelajaran yang didapatkan saat PTM sehingga lebih memudahkan.

Nani mengetahui jika alasan diberlakukan kembali PJJ yaitu banyak sekolah yang terkena Covid-19 di Kota Solo. Dia hanya bisa berharap pandemi lekas selesai dan PTM kembali.

"Harapannya PTM diberlakukan kembali daripada harus PJJ. Selain banyak kendala, juga kasihan anak-anak. Belajarnya kurang maksimal," pungkas dia yang juga orang tua Raka Khafila, murid Kelas III SDN Gulon, Jebres, Solo itu.

Sementara itu, TK Aisyiyah Bustanul Athfal 56 Gulon juga menerapkan PJJ kembali. Kepala Sekolah, Alfiyah menerima kabar mengenai pemberlakuan kembali PJJ pada Minggu (6/2/2022) malam.

"Saya mendapat informasi dari pengawas tadi malam. Informasi dari Pemkot mulai tanggal 7 Februari hingga 7 Maret kembali PJJ. Hal ini dikarenakan banyak anak sekolah yang kena Covid-19,” kata dia ketika diwawancarai Eduwara.com di ruang kerjanya.

Lebih lanjut dia mengatakan tidak ada orang tua siswa yang menolak pemberlakuan kembali PJJ. Saat diberi kabar, para wali murid setuju karena alasannya jelas, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Alfiyah menilai pembelajaran lebih efektif saat PTM. Saat PJJ sebelumnya, kendala yang dihadapi yaitu tidak semua orang tua siswa memiliki telepon seluler. Kalaupun ada kebanyakan digunakan bersama, sehingga pengumpulan tugas agak terlambat.

"Selain orang tua, guru pun mengalami kendala. Apalagi usia TK, guru harus membuat video pembelajaran materi yang menarik. Memang sebelumnya ada workshop pembuatan video, namun belum semua ikut. Kalau tidak dipraktikkan lagi ya jadinya berhenti," ujar dia.

Alfiyah mengatakan sebenarnya orang tua siswa menghendaki untuk PTM. Namun karena kondisi yang belum memungkinkan, mereka menerima apa adanya seraya berharap agar pandemi segera usai. (K. Setia Widodo)

Editor: Riyanta

Read Next