logo

Vokasi

Siswa SMK Izzata Depok Kembangkan Motor Listrik

Siswa SMK Izzata Depok Kembangkan Motor Listrik
Penampakan motor listrik ciptaan SMK Izzata (Eduwara/Bhakti)
Bhakti Hariani, Vokasi08 April, 2022 10:27 WIB

Eduwara.com, DEPOK – Bertolak dari polusi akibat bahan bakar energi fosil kendaraan bermotor di Kota Depok ditambah dengan pandemi Covid-19 yang mempersulit ketersediaan lapangan kerja, Yayasan Nurussyamsi yang menaungi SMK Izzata tergerak untuk melakukan penelitian dan pengkajian program konversi tenaga listrik untuk sepeda motor. 

Penasihat Program Konversi Motor Listrik SMK Izzata Kostia Permana memaparkan, proses penelitian dan pengkajian kegiatan konversi tenaga listrik untuk motor ini telah dimulai sejak Mei 2021 dengan melibatkan 15 siswa kelas XII SMK Izzata dibawah bimbingan Ketua Program Konversi Tenaga Listrik SMK Izzata Irfan Galuh Sayoga.

“Pembuatan motor tenaga listrik ini dikerjakan oleh siswa siswa SMK Izzata dengan dibimbing Irfan Galuh Sayoga serta tim teknis sebagai guru teori. Kegiatan praktek dilakukan di bengkel SMK Izzata yang berlokasi di lingkungan sekolah di Jalan Pitara, Kecamatan Cipayung, Kota Depok,” ujar Kostia kepada Eduwara.com di SMK Izzata, Depok, Jawa Barat, Jumat (8/4/2022).

Diungkap Kostia, bila memperoleh dukungan dari pemerintah di tataran tingkat kota sebagai awalan, program konversi tenaga listrik ini akan dapat menyerap tenaga kerja yang relatif banyak diawali dengan melibatkan para siswa SMK dan juga melibatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pemasaran dan keuangan.

Sejauh ini, dipaparkan Kostia, program motor listrik SMK Izzata telah mendapatkan dukungan teknis secara akademis, yakni lewat perjanjian kerja sama antara Rektor Universitas Pancasila dengan Ketua Pembina Yayasan Nurussyamsi. 

SMK Izzata dan Universitas Pancasila bersepakat untuk mengadakan kerjasama dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan sumber daya manusia dalam rangka melaksanakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. 

Kunjungan Universitas Pancasila ke SMK Izzata untuk perjanjian kerjasama (Eduwara/Bhakti)

SMK Izzata pada awal pekan ini juga telah melakukan audiensi kepada Pemerintah Kota Depok dan diterima oleh Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono.

Pengawas Program Konversi Motor Listrik SMK Izzata Ernawati mengungkapkan, respon pemerintah kota terbilang baik.  “Pemerintah Kota Depok tergugah dan komitmennya ke depan, Pemkot Depok akan mendorong dan memerintahkan kepala dinas, camat, lurah untuk segera mengkonversi sepeda motornya dari yang menggunakan bahan bakar minyak menjadi energi listrik,” tutur Ernawati.

Partisipasi SMK Lain

Ketua Program Konversi Tenaga Listrik SMK Izzata Irfan Galuh Sayoga menuturkan, kedepannya, pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Balai Latihan Kerja, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan juga SMK-SMK lain di Depok agar mereka dapat turut serta membuat program konversi ini.

“Kami tidak ingin sekadar coba-coba. Konversi yang kami lakukan ini harus bisa dipertanggungjawabkan, tidak liar, harus ada standar keselamatannya. Motor listrik ini mendukung green energy karena ramah lingkungan dan tidak menghasilkan asap pembakaran. Motor listrik juga dapat menempuh jarak yang terbilang jauh,” tutur Irfan yang pernah bekerja sebagai Direktur Teknik PT Gesits (produsen motor listrik nasional).

Nantinya, lanjut Irfan, SMK Izzata juga tidak hanya memproduksi motor listriknya tapi juga memproduksi swap station yang bisa digunakan untuk menukar baterai yang telah habis dengan baterai yang masih telah diisi penuh. Sistem yang sama seperti dengan yang diterapkan untuk gas elpiji.

Sebagai anak muda asli Depok, Irfan terpanggil untuk memberdayakan potensi anak muda di Depok dan rela meninggalkan kursi nyamannya di PT Gesits. “Anak muda Depok tidak boleh hanya menjadi followers tapi harus mampu menjadi influencer. Potensi pemuda di Depok sangat mumpuni, jika ini diberdayakan untuk program program bermanfaat,” papar Irfan.

Tim SMK Izzata saat beraudiensi dengan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono (Eduwara/Bhakti)

Dikatakan dia, dalam pengembangan ekosistem motor listrik di Indonesia awalnya adalah dari SMK, hal inilah yang melatarbelakangi Irfan lebih memilih untuk berbakti di dunia pendidikan. 

“Tujuan pengembangan ekosistem motor listrik ini bukan hanya semata bisnis. Kalau hanya orientasi bisnis, saya tidak akan mencari SMK. Tapi ini adalah bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang lain dan membawa dampak positif bagi lingkungan kita,” papar Irfan.

Read Next