logo

Kampus

Ajak Peduli Lingkungan, PPLH UNS Gelar Pengabdian di SMAN 3 Solo

Ajak Peduli Lingkungan, PPLH UNS Gelar Pengabdian di SMAN 3 Solo
Pengabdian masyarakat Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) LPPM UNS Solo di SMA N 3 Solo. (EDUWARA/Humas UNS Solo)
Redaksi, Kampus12 Juli, 2022 23:55 WIB

Eduwara.com, SOLO – Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menggelar kegiatan pengabdian di SMA N 3 Solo baru-baru ini. 

Pengabdian masyarakat tersebut dilakukan dengan harapan para siswa memiliki sikap kepekaan terhadap lingkungan. Pengabdian dilakukan dengan membuat Lubang Resapan Biopori (LRB) sebanyak 20 unit dengan kedalaman kurang lebih satu meter. 

Kegiatan itu diikuti oleh kepala sekolah, guru, siswa dan pengabdi dari PPLH LPPM UNS. Pemasangan LBR tersebut mempertimbangkan arah aliran permukaan, sehingga dibuat pada lokasi yang sering terjadi genangan air hujan.

Kepala PPLH LPPM UNS, Suryanto dalam sambutannya mengatakan Kota Solo mempunyai topografi yang datar, apabila terjadi hujan lebat maka terjadi kerawanan banjir.

"Kondisi ini didorong oleh perubahan tutupan lahan non terbangun menjadi kawasan terbangun, sehingga kemampuan permukaan tanah untuk melakukan penyerapan air hujan menjadi terbatas," ujar Suryanto seperti dilansir Eduwara.com, Selasa (12/7/2022) dari laman resmi UNS Solo.

Selain itu, bagian dari bangunan yang seharusnya dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) privat dapat mengoptimalkan penyimpanan air hujan, tetapi ditutupi dengan paving block bahkan ditutup dengan bahan semen. 

Perlakuan ini akan meningkatkan jumlah air hujan yang menjadi aliran permukaan, sehingga menyebabkan terjadinya genangan di lokasi tersebut dan meningkatkan sumbangan debit aliran air hujan pada saluran drainase perkotaan yang pada akhirnya terjadi banjir.

“Kami berharap murid-murid mempunyai kepekaan terhadap lingkungan sehingga bisa mengimplementasikan biopori di lingkungan rumah masing-masing,” terang Suryanto.

Penguatan Sekolah Adiwiyata

Selain pembuatan LRB, dilakukan pula pengukuran persepsi peserta didik terhadap pembangunan ramah lingkungan melalui program Sekolah Adiwiyata. 

Koordinator Pengabdian Masyarakat, Bambang Sigit Amanto, menjelaskan tujuan kegiatan tersebut adalah melakukan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sekolah untuk berperan serta dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.

Pembangunan dengan wujud pengurangan risiko banjir di Kota Solo serta melakukan penguatan SMAN 3 Solo yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Selain itu, menumbuhkan persepsi dan sikap peserta didik untuk dapat melakukan kegiatan yang ramah lingkungan di sekolah maupun di tempat tinggalnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Solo, Agung Wijayanto mengucapkan terima kasih kepada UNS atas kegiatan ini. Dia berharap semua siswa bisa menjaga sumber daya air.

"Semoga dengan adanya edukasi dari UNS ini, perwakilan siswa yang mengikuti nantinya dapat menularkan ilmunya kepada seluruh peserta didik. Kami berharap semua siswa dapat berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan terutama sumber daya air,” terang Agung. (K. Setia Widodo/*)

Read Next