Dapat Beasiswa Kuliah di Turki, Mahasiswa UMM Bagi Kiatnya

10 Februari, 2022 03:15 WIB

Penulis:Fathul Muin

Editor:Ida Gautama

09022022-UMM Beasiswa LN.jpg
Nisrina Nur Husna, mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berfoto di Turki (EDUWARA/Istimewa)

Eduwara.com, MALANG — Nisrina Nur Husna, mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkesempatan merasakan belajar di luar negeri melalui beasiswa Hüdayi Vakfı Eğitim ve Kültür Projesike untuk berkuliah di Aziz Mahmut Hüdayi, Kota Istanbul, Turki selama delapan bulan, sejak April 2021.

Nisrina mengaku tidak menyangkan bisa lolos program beasiswa tersebut dan terbang ke Turki. Saat awal kedatangan, dia harus melewati masa karantina selama 10 hari sebelum bisa masuk di kelas untuk mendalami ilmu di Program Studi (Prodi) Islamic Science

Salah satu kendala utama yang dirasakan Nisrina adalah adaptasi bahasa, mengingat mayoritas orang Turki tidak bisa menggunakan bahasa Inggris. Pembelajaran yang dia ikuti juga menggunakan bahasa Turki, sehingga dia harus mempelajari bahasa tersebut sehingga dapat memahami materi kuliah dengan baik.

"Beruntung, saya dan kawan-kawan lainnya dibantu belajar bahasa Turki oleh masyarakat setempat. Mereka juga ramah dan suka bertukar senyum. Oh iya, ada juga mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang turut mengajari bahasa Turki," ujarnya, Rabu (9/2/2022).

Selain bahasa, menurut Nisrina, adaptasi cuaca dan makanan menjadi kendala tersendiri. Kondisi iklim subtropis dengan lima cuaca sempat mempengaruhi kesehatan tubuhnya, terutama ketika musim gugur dan musim dingin yang tidak pernah ia rasakan di Indonesia. Sedangkan makanan, sampai sekarang ia masih belum terbiasa dengan selera masakan khas Turki.

Nisrina mengungkapkan bahwa selama menjalani program beasiswa di Turki, UMM dinilai banyak membantu terutama dalam aspek bidang akademik. Bahkan Prodi IKS memberikan kemudahan perkuliahan secara online dengan penyesuaian tugas dan waktu Turki. Dosen juga senantiasa mendukung penuh para mahasiswa yang menerima beasiswa. 

"Alhamdulillah, Prodi IKS Kampus Putih (UMM) memberikan kemudahan perkuliahan sehingga saya tidak kesulitan melanjutkan kuliah di UMM tanpa harus memikirkan cuti," ucapnya.

Nisrina juga menceritakan bahwa Masjid Hagia Sophia menjadi tempat favoritnya selama di Turki. Menurutnya, masjid Hagia Sophia memancarkan suasana historis yang kuat ,dan hal tersebut yang menurutnya istimewa. 

Sesekali Nisrina mengunjungi taman kota untuk sekadar bersantai atau membaca buku ditemani dengan gemericik air dan burung-burung yang tak jarang menghampiri dirinya.

Dia berharap ilmu yang didapatkan selama di Turki bisa menjadi berkah untuk diri sendiri maupun orang lain dengan diberi peluang mengajar di salah satu instansi pendidikan sehingga ilmunya bisa bermanfaat.

"Saya ingin sekali mengajarkan ilmu dan pengalaman yang saya dapat di Turki kemarin. Memberikan pemahaman bahwa tak ada mimpi yang terlalu besar jika kita senantiasa berusaha," ungkapnya.