Sekolah Vokasi UGM Luncurkan Tiga Karya Kolaborasi

25 Desember, 2022 02:08 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

25122022-SV UGM Gelar Karya kolaborasi.JPG
Dosen DTEDI Sekolah Vokasi UGM Yusron Fuadi saat pemutaran teaser Film Setan Alas di Sekolah Vokasi UGM, Jumat (23/12/2022). (EDUWARA/Dok. UGM)

Eduwara.com, JOGJA – Sebagai implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek dan Merdeka Belajar, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menghasilkan tiga karya hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa. Karya yang dihasilkan berupa dua aplikasi permainan dan film 'Setan Alas'.

Dalam rilis Sabtu (24/12/2022), Dekan Sekolah Vokasi UGM Agus Maryono mengatakan proyek kolaborasi ini sebagai upaya mengembangkan materi belajar dan melatih mahasiswa menghadapi kenyataan di lapangan.

"Selain itu, terjadi proses yang berkesinambungan antara alih pengetahuan dan keahlian dari dunia kerja sehingga perguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kontribusi terhadap dunia kerja dan masyarakat luas,"jelasnya.

Melalui proyek ini, Agus menyatakan para mahasiswa mampu menggunakan kesempatan, baik itu program dari pemerintah atau yang lainnya, untuk berkontribusi penuh mendapat pengalaman guna di dunia kerja.

Dua game aplikasi permainan yang diperkenalkan yaitu, virtual reality game 'Becak Race 2045' dan 3D space combat simulation game 'Persia'.

Permainan ini merupakan kolaborasi dua departemen di Sekolah Vokasi UGM yaitu Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) dan Departemen Teknik Elektro dan Informatika (DTEDI). Secara keseluruhan total mahasiswa yang terlibat sebanyak 120 mahasiswa.

Pada proyek ini, Sekolah Vokasi UGM menggandeng PT Pabrik Imaji Akasacara sebagai mitra industri yang memiliki kompetensi di bidang multimedia, software engineering, game development dan game publisher.

Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Wiryanta, menerangkan satu karya film berjudul 'Setan Alas' diproduksi dosen DTEDI Yusron Fuadi. Ini merupakan karya kedua Yusron, film sebelumnya yaitu 'Tengkorak' pada 2018.

Memulai tahap pra-produksi pada pertengahan 2020, film ini mengimplementasikan konsep Program Merdeka Belajar dengan melibatkan 70 kru dari dosen, mahasiswa, guru, dan siswa, sekaligus melibatkan beberapa aktor film profesional dari Jakarta.

Film ini menjadi proyek kolaborasi dari beberapa perguruan tinggi antara lain UGM, Institut Seni Indonesia (ISI), dan Akademi Film Yogyakarta, sekaligus menggandeng beberapa SMK di Indonesia.

"Pelibatan banyak pihak di bidang pendidikan bertujuan memberikan pengalaman pembelajaran kepada mahasiswa dan siswa dengan praktik secara langsung di lapangan," jelasnya.