Kampus
19 Mei, 2026 06:02 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menegaskan komitmen dalam memperkuat transformasi institusi melalui penguatan pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi global. Mahasiswa terus didorong memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman agar mampu beradaptasi terhadap perubahan dan tetap memiliki daya saing di masa depan.
Hal ini disampaikan Rektor UMY, Achmad Nurmandi, dalam Rapat Senat Terbuka Milad ke-45 UMY akhir pekan lalu. Sebagai perguruan tinggi yang adaptif, UMY terus menyesuaikan diri dengan perubahan global, termasuk perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya berkembang, tetapi juga harus mampu bergerak cepat, adaptif, dan melampaui perubahan teknologi yang terjadi,” kata Achmad Nurmadi, dikutip pada Minggu (17/5/2026).
Hingga tahun ini, lanjut Nurmandi, UMY mencatat jumlah mahasiswa aktif mencapai 23.007 mahasiswa. Sedangkan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, UMY mencatat sebanyak 17.185 pendaftar, dengan 9.709 mahasiswa diterima dan 4.354 mahasiswa melakukan registrasi ulang.
Untuk memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan kualitas penerimaan mahasiswa baru, UMY menjalankan berbagai strategi promosi melalui roadshow di 24 provinsi, wisata kampus di 365 sekolah, 208 pameran pendidikan, 76 sponsorship, serta jejaring Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) di 339 sekolah.
Pada aspek riset dan inovasi, UMY menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam publikasi ilmiah dan kolaborasi internasional. Data publikasi Scopus UMY meningkat dari 375 publikasi pada tahun 2020 menjadi 1.012 publikasi pada tahun 2025.
Nurmandi menegaskan UMY juga terus memperkuat jejaring kolaborasi riset internasional dengan 38 negara mitra, di antaranya Jepang, Taiwan, Australia, Inggris, Amerika Serikat, Korea Selatan, hingga Kanada. Menurut Achmad Nurmandi, penguatan riset menjadi bagian penting dalam membangun universitas yang inovatif dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Riset tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi harus menjadi solusi nyata bagi masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan global,” jelasnya.
Kebermanfaatan Sosial
Lebih lanjut, Achmad Nurmandi menjelaskan bahwa konsep entrepreneurial university yang dikembangkan UMY tidak hanya berfokus pada aspek bisnis dan kewirausahaan, tetapi juga pada kemampuan institusi dalam membangun inovasi, kolaborasi, serta kebermanfaatan sosial.
Hal tersebut juga tercermin dalam penguatan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun akademik 2024/2025, UMY melaksanakan 701 program pengabdian masyarakat berbasis riset dan pemberdayaan.
Sementara Alumni UMY, Andi Nusawarta, menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk pola kerja dan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. Karena itu, generasi muda perlu membangun kesiapan sejak dini melalui proses reskilling atau peningkatan keterampilan baru.
“Perkembangan teknologi digital sudah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk pola kerja dan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang,” ujarnya.
Karena itu, generasi muda perlu membangun kesiapan sejak dini melalui proses reskilling atau peningkatan keterampilan baru. Kemampuan memahami teknologi juga perlu diimbangi dengan kemampuan membaca peluang dan memahami kebutuhan pasar yang terus berubah.
Nurmandi mendorong mahasiswa untuk menguasai keterampilan digital dan pentingnya membangun pola pikir mandiri dan kreatif sejak masa kuliah. Ia menilai mahasiswa tidak harus selalu menunggu pekerjaan formal setelah lulus, tetapi dapat mulai mengembangkan peluang usaha dari kemampuan yang dimiliki.
Perkembangan teknologi digital, menurut Nurmandi, justru membuka banyak peluang baru bagi generasi muda untuk berkarya dan memperoleh penghasilan. Mahasiswa dapat memulai dari hal sederhana, seperti membantu pelaku UMKM membuat konten media sosial, menjadi reseller, maupun memanfaatkan sistem pre-order untuk membangun usaha dengan modal terbatas.
Bagikan