logo

Sains

Thomas dan Arthur Antarkan Tim ITS Juarai ABU Robocon Asia Pasifik 2021

Thomas dan Arthur Antarkan Tim ITS Juarai ABU Robocon Asia Pasifik 2021
Robot Thomas dan Arthur mengantarkan Tim Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih Grand Prix atau Juara Pertama dalam ABU Robot Contest (ABU Robocon) Asia Pacific 2021 mewakili Indonesia. (ITS)
Bunga NurSY, Sains13 Desember, 2021 12:52 WIB

Eduwara.com, SURABAYA—Robot Thomas dan Arthur mengantarkan Tim Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih Grand Prix atau Juara Pertama dalam ABU Robot Contest (ABU Robocon) Asia Pacific 2021 mewakili Indonesia.

Pemenang kompetisi yang diselenggarakan di China oleh Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) secara daring tersebut diumumkan pada Minggu (12/12/2021). Perwakilan Indonesia dalam ABU Robocon 2021 ini adalah ITS lewat Tim RIOT dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Lukman Hakim, Dosen Pembimbing tim RIOT, mengungkapkan bahwa ini merupakan kompetisi robotika internasional yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2002.Rangkaian kegiatan untuk sampai pada kompetisi tersebut, di antaranya adalah Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) regional dan nasional.

Sebelum mencapai tahap perlombaan tingkat internasional, tim RIOT yang diketuai oleh Adam Mail telah mengikuti kompetisi KRAI tingkat regional dan nasional. Setelah berhasil mendapatkan juara pertama pada dua tingkatan kompetisi tersebut, tim RIOT melanjutkan kompetisi tingkat internasional di ABU Robocon 2021. 

“Capaian kali ini merupakan yang terbaik karena pertama kalinya (ITS) mendapat juara pertama yang tentunya membawa nama besar ITS dan Indonesia di kancah dunia,” tutur Adam seperti dikutip dari situs resmi ITS, Minggu (12/12/2021).

Adam menjelaskan bahwa ada dua robot yang dilombakan pada ABU Robocon 2021 yaitu throwing robot bernama Thomas dan arrow kid robot bernama Arthur. 

Robot Thomas dan Arthur merupakan robot yang bekerja untuk melempar panah secara otomatis dari rak. Adapun mekanisme pelaksanaannya yaitu dengan robot memasukkan panah ke dalam pot berwarna merah dan biru.  “Nilai maksimal jika panah dapat masuk ke dua pot yang berbeda dengan cepat,” jelas mahasiswa Teknik Elektro itu.

Tantangan

Sementara itu, Lukman menjelaskan bahwa dalam prosesnya tidak sedikit tantangan yang dihadapi oleh tim, dosen, dan pihak yang membantu dalam pembuatan robot tersebut. Tantangan terbesar yaitu pandemi Covid-19 yang menginfeksi beberapa anggota tim sehingga menghambat proses pembuatan robot selama satu bulan.

Selain itu, ada tantangan pada saat kompetisi yaitu sulitnya menjaga konsistensi permainan. Akan tetapi, hal itu tidak mengurangi semangat dari tim RIOT untuk meraih juara. “Dukungan fasilitas dari ITS yang diberikan luar biasa agar kami dapat mencapai hasil yang terbaik,” ujar Lukman.

Harapannya, dukungan dari berbagai pihak tidak berhenti sampai di sini dan regenerasi terus bisa berjalan dengan baik. “Semoga regenerasi yang baik dalam bidang robotika di ITS bisa terus berkembang agar dapat menorehkan banyak prestasi ke depannya,” pungkasnya.

Read Next