2 Siswa SMPN 13 Kota Pekalongan Optimistis Menang Lomba Pidato & Geguritan Tingkat Provinsi

21 November, 2021 10:17 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Riyanta

21smpn 13 pekalongan.jpg
Guru SMPN 13 Kota Pekalongan, Fatihah Dianningsih, memberi pengarahan dua siswinya, Devia Anindhita Maharani dan Yasmin Syifa’ Iffatin, yang akan mengikuti festival tingkat provinsi, Festival Tunas Bahasa Ibu. Foto diambil beberapa waktu lalu. Eduwara/Istimewa Dok. SMPN 13 Kota Pekalongan

Eduwara.com, SOLO—Dua siswa SMPN 13 Pekalongan memperkuat kontingen Kota Pekalongan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah, Jumat-Senin (19-22/11/2021) di Hotel Lor In, Karanganyar.

Menurut guru pendamping dari SMPN 13 Pekalongan, Fatihah Dianningsih, S.S, kedua siswa tersebut Devia Anindhita Maharani Kelas VII dan Yasmin Syifa’ Iffatin siswa Kelas IX. 

Dalam Festival Tunas Bahasa Ibu yang memperlombakan pidato berbahasa Jawa, membaca aksara Jawa, menulis aksara Jawa, serta menulis geguritan itu, Devia berlomba pidato berbahasa Jawa. Sedangkan Yasmin mengikuti lomba menulis geguritan.

Sebelum mengikuti lomba, kedua siswa itu telah digembleng oleh guru pembimbing, Fatihah. Mereka dilatih menulis geguritan dan berpidato berbahasa Jawa krama. Menurut Fatihah, mereka berlatih dalam waktu kurang lebih satu bulan sejak adanya sosialisasi tentang Festival Tunas Bahasa Ibu. 

“Kami mendapat informasi soal Festival Tunas Bahasa Ibu pada 7 Oktober. Kemudian anak-anak kami latih dan mereka mengikuti lomba pidato berbahasa Jawa dan menuis geguritan di tingkat Kota Pekalongan pada tanggal 4 November. Devia dan Yasmin berhasil menjadi juara di lomba yang mereka ikuti,” tutur Fatihah.

Sopan santun

Menurut guru yang alumus Jurusan Sastra Daerah, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu, dalam keseharian di sekolah kedua siswa bagus dalam bertutur kata bahasa Jawa. “Hal itu dapat dilihat dari sikap keseharian siswa kepada guru. Kedua siswa itu selalu menunjukkan sopan santun dengan unggah-ungguh yang baik. Tatakrama tutur kata mereka bagus.”

Untuk lomba seni budaya Jawa dalam Festival Tunas Bahasa Ibu ini merupakan pengalaman pertama Devia dan Yasmin berlomba di luar Kota Pekalongan. Sebelumnya mereka baru berlomba di tingkat kota untuk memilih wakil dalam festival ini. Selain itu belum ada lomba berbahasa Jawa karena adanya pandemi Covid-19.

Sementara itu, Devia menuturkan pidato dalam festival ini menggunakan bahasa Jawa ragam krama. “Dalam keseharian saya biasa menggunakan bahasa Jawa krama inggil kepada orang tua maupun guru.

“Festifal seperti ini merupakan pengalaman baru bagi saya. Dengan adanya festival semacam ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan dalam bertutur kata dengan baik dan benar. Selain itu dengan adanya festival bahasa ibu menambah rasa kecintaan saya dan teman-teman terhadap budaya dan bahasa Jawa,” tutur Devia.

Di sisi lain, Yasmin yang mengikuti lomba menulis puisi berbahasa Jawa atau geguritan mengungkapkan menulis geguritan baru dilakoninya belum lama ini. Namun begitu dia sudah sering menulis puisi berbahasa Indonesia. “Saya mulai berlatih menulis geguritan sejak ditunjuk guru untuk mengikuti lomba. Sebelumnya sering menulis puisi berbahasa Indonesia. Kini jadi suka menulis karya berbahasa Jawa.”

“Untuk sementara ini karya geguritan yang saya tulis menjadi koleksi pribadi. Adanya pandemi kegiatan mengelola majalah dinding di sekolah belum aktif kembali, sehingga belum dapat memajang karya siswa,” ujar Yasmin.

Menurut Yasmin, dia suka menulis geguritan dengan tema cinta dan pendidikan. “Saya suka menulis geguritan dengan tema cinta dan kasih sayang terutama kasih sayang terkait dengan ibu.”

Dalam lomba menulis geguritan dan pidato yang dilaksanakan, Minggu (21/11/2021) ini Yasmin dan Devia optimistis bakal menjadi juara.